Pemilik Pabrik Jeli Nata De Coco Diduga Kelabui DPRD Kab Kampar Saat Lakukan Sidak

PEKANBARU, JAPOS.CO – Acong (Hendrik) pemilik dua pabrik jeli Nata de Coco yang terletak di RT 36 Rw 4 Dusun 1 Sei Siban Desa Karya Kec Tapung Kab Kampar kuat dugaan tindak pegang sejumlah izin. Masih dengan pernyataan sama,  DPM PTSP  melalui Kabid Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab Kampar, menyatakan dua pabrik jeli Nata de Coco yang dekat dengan kantor Desa diduga tidak pegang sejumlah izin, bahkan yang dekat aliran sungai sama sekali tidak miliki izin.

“Yang ngga dia punyai ada empat aitem, pertama IMB, kedua izin lingkungan, ketiga sertifikat perusahaan dan keempat informasi penanaman modal. Modal yang dimiliki oleh pihak jeli Nata de Coco, itu wajib didaftarkan ke LPAM “ungkap Sofiandi saat dikonfirmasi ulang (19/10).

Ia melanjutkan, yang heboh kemarin  dekat sungai sudah memiliki izin Usaha secara USS tertanggal 28 September tahun 2020 atas nama orang lain. Namun menurut Sofiandi, pemilik Pabrik tersebut tidak memiliki izin Daerah. “ Izin daerah jelas dia tidak miliki, daerah itu IMB, lingkungan dari DLH syarat IMB kan banyak itu, Ada rekom Desa,  rekom Camat, Sepadanya, Izin lokasi dari sepadanya, ada Rekom teknis PUPR, ada sppl amdalnya,baru keluar IMBnya.”terang Sofiandi.

Selain tidak pegang sejumlah izin, nama badan usaha jeli Nata de Coco milik acong juga dinilai diragukan apakah PT, CV, firma atau UD, sehingga Acong diduga bersembunyi dibalik izin UMKM yang ia miliki.

Hal ini diragukan setelah  dinyatakan oleh pihak Dinas perindustrian dan ketenagakerjaan ke pada awak media saat dikonfirmasi lewat seluler rekan media, melalui kabid pengembangan potensi Nurhalin menyampaikan, nama badan usaha jeli Nata de Coco milik Acong tidak ingat apa namanya. Menurut dia, tidak bisa jawab takut salah karena masih dilapangan “Kemasan jely Nata de Coco, tanda daftar industrinya tahun 2018 atas nama Hendrik”.kata Nurhalin kabid pengembangan potensi. Saat dikonfirmasi 19/10.Lanjutnya,menurut Nurhalin, pihak nya  hanya perifikasi teknis tempat.

Tidak berhenti disitu saja, tim awak media melakukan konfirmasi ke kantor Dinas Koperasi dan UMKM terkait izin yang dipegang oleh Acong (Hendrik) pemilik Pabrik jeli Nata de Coco yaitu izin usaha perdagangan kecil dan izin retribusi bidang perdagangan. Dinas Koperasi dan UMKM melalui kabid Pengawasan dan Distribusi Barang Wira Sastra menyatakan,bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin rekom dagang jeli Nata de Coco yang bertempat di Desa Karya Indah Kec Tapung Kab Kampar. “Kami tidak pernah mengeluarkan rekom terkait yang PT Tirta ini dan tidak ada didata kami,tetapi kami tidak tahu ini, apakah ada di industri.”ungkap Wira Sastra didampingi kasi rekom izin Susan.

Wira menambahkan, menurut mereka jika mengeluarkan rekom tidak pernah dilibatkan ke lapangan, “Kami disini ini tidak pernah diikut sertakan, kalau seperti ini lah, setelah persoalan, baru muncul kekami, kalau tidak muncul persoalan yaa podo ae.” terang Kabid Pengawas dan distribusi barang Wira Sastra diruangan nya (19/10).

Sebelumnya, DPRD Kab Kampar komisi III Dapil Tapung dan Dapil Tapung Hilir melakukan sidak ketempat usaha milik Acong pabrik jeli Nata de Coco yang berlokasi di RT 36 Rw 4 Dusun 1 Sei Siban Desa Karya Indah, dan turut hadir sejumlah media serta aktivis lingkungan 14/10 lalu. Adapun hal tujuan sidak, menurut anggota DPRD Dapil Tapung Maju Marpaung SH sekretaris Praksi PDI-P,saat dikonfirmasi lewat komunikasi HP menindaklanjuti laporan dan keluhan dari pada warga masyarakat. Maju Marpaung menyampaikan Acong (Hendrik) mengaku hanya izin IMB yang ia tidak miliki. “Setelah diperiksa izinnya lengkap, cuma IMBnya tidak ada, kita suruh dia urus IMBnya.” kata Maju. Lanjutnya, terkait upah yang diterima karyawan, menurut nya dinilai berbeda.

Melihat warga berkumpul di kios bengkel honda tepat depan pabrik jeli Nata de Coco milik Acong, saat japos. Co menyambangi mereka menyatakan akan melakukan aksi demo jika usaha milik Acong yang berdiri dekat aliran sungai belum ditutup. Menurut mereka, setiap lewat lalu lalang selalu cium aroma bau. Menanggapi hal itu, Maju,DPRD Kab Kampar Komisi III merasa dikelabui saat lakukan sidak, oleh Acong. Acong mengaku ke DPRD memiliki satu usaha yang satu lagi dekat aliran sungai atas nama orang lain. Maju Marpaung SH menyatakan  akan lakukan Hering di kantor DPRD Kab kampar Minggu depan dan memanggil Acong (Hendrik) pemilik usaha.”Pintar pula dia itu ngga dibawa kesitu, minggu depan rencana dia dithering ko,dia dipanggil ke Dewan. “terang Maju Marpaung SH saat dikonfirmasi lewat komunikasi HP, Rabu(14/10) yang lalu.

Selain tak memiliki sejumlah izin, Acong dinilai tidak menghargai lingkungan dan masyarakat sekitar. Seolah-olah Acong (Hendrik) dianggap hanya mementingkan usahanya tanpa memperhatikan lingkungan yang sudah terdampak limbah oleh usahanya sendiri.

Sehingga atas itu, masyarakat berkeras meminta Acong menutup usaha nya.

Bahkan bukan itu saja, diruang rapat forum Desa Karya Indah Kec Tapung 3/10 Sabtu lalu, Babinsa Koramil 16 Tapung Pelda Ketut menyatakan, dalam pantauannya melihat warga sedang mengungsi kerumah warga lain akibat limbah asap pabrik jeli Nata de Coco milik Acong. “Memang Pak Rambe ini, dekat bersentuhan langsung dengan usaha itu. Saya lihat sendiri istrinya mengungsi ketempat rumah warga lain karena asap, kebetulan saat itu istrinya sedang sakit. “terang Babinsa.

Masyarakat Desa Karya Indah Kec Tapung Kab Kampar atas nama warga RT 24 dan RT 36 Rw 4 Dusun 1 Sei Siban  telah melaporkannya secara tertulis ke pada Bupati Kampar dengan tembusan sejumlah instansi termasuk Penegak hukum Polres Kampar. Namun hingga sekarang belum ada penindakan yang tegas. Seolah-olah, pabrik jeli Nata de Coco milik Acong,yang sudah beroperasi lebih kurang empat tahun tidak pegang sejumlah izin terkesan ada pembiaran. (Dh) 

 

 1,319 total views,  9 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *