Wujudkan ‘Trenggalek Meroket’, Syah Nata Negara Harap Dukungan Seluruh Warga

TRENGGALEK, JAPOS.CO – Dengan membawa jargon ‘meroket’ (maju ekonomi rakyatnya, orang dan organisasinya kreatif, ekosistem yang terjaga_pen), pasangan calon kepala daerah Trenggalek nomor dua yakni Mochamad Nur Arifin-Syah Nata Negara (Ipin-Syah) berharap mendulang dukungan seluruh warga.

Cita-cita yang mulia tersebut, dalam pelaksanaannya memerlukan dorongan tiap komponen yang ada. Baik itu sumber daya manusia (SDM) ataupun sumber daya alam (SDA) nya.

Hal itu, sebagaimana disampaikan Syah Mohammad Nata Negara kepada JAPOS.CO saat di wawancarai disela kesibukannya menemui elemen masyarakat Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan pada Sabtu (17/10/2020) siang.
Disebutkan Mas Syah sapaan akrab Syah Nata Negara, guna mewujudkan Trenggalek Meroket pihaknya akan berkonsentrasi pada point-point sesuai visi-misi pasangan Ipin-Syah.

“Diantaranya, memajukan Trenggalek melalui ekonomi inklusif, SDM Kreatif serta pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Ketika visi itu dilaksanakan, lanjut Mas Syah, pihaknya (paslon dua) saat terpilih nanti, secara selaras juga akan mewujudkan misi mereka. Yakni, mewujudkan infrastruktur dasar dan infrastruktur digital yang handal yang berwawasan lingkungan.

“Selain itu, kita akan bersama-sama mewujudkan Trenggalek sebagai kota wisata yang berbasis kolaborasi sehingga keberlangsungannya bisa berkelanjutan,” sambung dia.

Masih kata dia (Mas Syah), paslon dua akan memastikan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah_pen) bisa naik kelas. Tidak hanya dilingkup lokal saja, namun diharapkan mampu bersaing dilevel regional maupun nasional. Dirinya berkeyakinan, ketika semuanya dikerjakan secara serius dengan strategi yang tepat maka semua bisa terwujud.

“Untuk perniagaan disektor pertanian dan perikanan juga menjadi prioritas sehingga mendorong iklim investasi menguntungkan. Memperbanyak lapangan pekerjaan, peluang kewirausahaan baru yang berorientasi pada upaya mengentaskan kemiskinan serta ekonomi pesantren,” jelas Syah Nata Negara.

Yang tak kalah penting juga, tambah suami Fatihatur Rochmah ini, diwujudkannya pemerintahan kolaboratif sehingga pelayanan prima kepada masyarakat benar-benar bisa terjadi. Khususnya, pelayanan administrasi kependudukan, pendidikan maupun kesehatan dengan berbasis pada satu data. Berbicara tentang sistem pemerintahan yang baik, seorang pemimpin tidak boleh melupakan jati diri dan kepribadian daerah.

“Nilai budaya harus tetap dijunjung tinggi, toleransi antar umat beragama terus dibina melalui pemberdayaan masyarakat tanpa membedakan status atau gender,” tandas pemuda 31 tahun ini.

Misal boleh dianalogikan dengan proses penyembuhan penyakit, tambah Mas Syah, berobat itu harus kepada dokter yang tepat. Sehingga keluhan bisa segera disembuhkan. Namun ketika salah memilih, kemungkinannya akan semakin parah. Menjadi pemimpin itu tidak semudah membalik telapak tangan, ketika belum pernah mengalami bisa jadi kondisi bukannya lebih baik.

“Itu diibaratkan pada Trenggalek sendiri, kalau pasangan Ipin-Syah menang kan tinggal melanjutkan program saja. Karena, dengan adanya dampak pandemi Covid-19 saat ini perlu strategi khusus untuk memulihkan situasi. Dan itu harus dilakukan oleh yang berpengalaman. Mas Ipin telah jadi wakil bupati selama 3 tahun bahkan menjadi Bupati definitif hampir 2 tahun. Sehingga, pengalamannya telah bisa di buktikan,” pungkasnya.(HWi)

 281 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *