Nomor HP Diduga Dikloning, Syah Natanegara Merasa Dirugikan

TRENGGALEK, JAPOS.CO – Semakin mendekati hari H pemungutan suara pada perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada), tensi politik di Trenggalek mulai dinamis. Indikasi tersebut muncul, ditandai dengan adanya beberapa potensi ‘fluktuasi’ (naik turun_pen) komunikasi sosial ditengah masyarakat. Antara lain, dampak adanya beberapa isu yang sempat menjadi konsumsi publik akhir-akhir ini.

Bahkan, sudah ada indikasi awal yang mengarah pada upaya merugikan peserta ‘kontestasi politik’ oleh pihak-pihak tertentu yang secara sengaja ingin mencoba menggoyang situasi. Diantaranya dengan melakukan perbuatan provokatif pada salah satu pasangan calon (paslon) dari nomor urut dua yakni Mochamad Nur Arifin dan Syah Muhammad Nata Negara (Ipin-Syah).

Hal itu sebagaimana di sampaikan oleh Calon Wakil Bupati (Cawabup) Paslon nomor dua , Syah Mohamad Nata Negara kepada JAPOS.CO saat di wawancarai, Rabu (14/10/2020).

“Ada indikasi, pihak-pihak tak bertanggungjawab ingin memprovokasi situasi dengan menyerang secara personal kepada saya. Karena, diduga ada oknum yang telah melakukan kloning pada nomor HP (Handphone) saya,” katanya.

Menurut Syah Nata Negara panggilan akrabnya, tanpa musabab yang jelas, dirinya kemarin siang (Selasa) menerima banyak sms (short message service), WA( WhatsApp) dan telepon oleh beberapa orang dengan nada kemarahan. Padahal, selama dua hari terhitung sejak Senin (12/10) sore sampai Selasa (13/10) siang sekitar pukul 12.00, HP miliknya mati karena batereinya drop.

“Maka dari itu, ketika HP saya hidupkan dan ada yang telepon dengan marah-marah saya kan bingung. Penelepon mengatakan jika saya telah menghubungi (lewat sms dan WA) dia menggunakan kata-kata tak pantas,” sambung Syah Nata Negara.

Oleh sebab itulah, masih kata suami Fatihatur Rohmah ini, ketika HP posisi non aktif kemudian tetap bisa melakukan aktifitas seluler ataupun media sosialnya berarti ada kemungkinan atau patut diduga nomor HP tersebut telah digunakan oleh pihak lain melalui cara-cara tertentu (bisa juga dengan kloning_pen) walau memang ini harus melalui pengujian dam pembuktian. Apapun, ketika ini terjadi jelas bisa sangat merugikan. Mungkin sekarang belum merugikan secara material, namun dengan kejadian tadi malam, dirinya sudah tidak nyaman. Untuk itulah, bersama tim kuasa hukum dia sesegara mungkin akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna melihat potensi pidana dari kasus dimaksud.

“Saat ini belum ada kerugian material, namun secara imaterial dan psikologis saya sangat dirugikan. Secepatnya, bersama tim saya akan berkordinasi dengan penegak hukum,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Dony Satria Sembiring saat dihubungi melalui telephon menyatakan jika ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh perbuatan pihak lain silahkan saja melakukan pelaporan. Dirinya menjamin, akan menerima dan menindaklanjuti secara profesional.

“Namun, untuk kasus dugaan kloning nomor HP dari saudara Syah Natanegara sampai saat ini saya belum mengetahuinya karena secara resmi juga belum dilaporkan kepada Polres Trenggalek,” kata Kapolres.

Ditambahkan lulusan Akpol Tahun 2000 itu, pihaknya (Polres Trenggalek) ketika menyikapi adanya aduan ataupun keluhan masyarakat dalam posisi apapun tetap akan bersikap netral dan profesional.

“Pada prinsipnya, sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat, Polri tetap menerima tiap keluhan ataupun aduan warga secara netral dan profesional. Kami akan melakukan segala sesuatunya sesuai standar prosedur yang ada,” tegasnya. (HWi)

 

 461 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *