Gagahi Anak di Bawah Umur, Pelaku Dibekuk Dirumahnya

MUKOMUKO,JAPOS.CO – Perbuatan bejat yang di lakukan oleh pelaku pencabulan terhadap seorang anak perepuan yang masih Sekolah sebut saja namanya Intan ( bukan nama asli ) yang masih berusia 14 Tahun warga Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu.

Sudah enam kali di setubuhi oleh pelaku MP yang saat itu bekerja di rumah korban, bahkan orang tua korban sudah menganggap anaknya sendiri dan memberikan kepercayaan terhadap anak- anaknya, namun entah setan apa yang merasuki otak nya sehingga tega melakukan perbuatan tidak senono itu terhadap Intan.

Peristiwa tersebut dilakukan dengan bujuk rayu serta iming- iming akan bertanggung jawab jika korban hamil , sehingga gadis belia tersebut mengikuti kemauan MP, bahkan setiap kali melakukan hubungan badan pelaku mengambil Video perbuatan kejinya itu. Perbuatan tersebut di lakukan bukan di rumah korban saja bahkan juga melakukan nya di tempat kosan teman pelaku yang juga masih berada di daerah Mukomuko.

Setela melakukan perbutan keji tersebut, MP lalu meninggalkan rumah korban, namun tak kunjung kembali korban melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya itu kepada orang tuanya dan kemudia orang tua korban melaporkan peristiwa itu pada pihak Kapolres Mukomuko.

Mendapat laporan dari orang tua korban,  Polres Mukomuko melakukan penyidikan dan diketahui pelaku MP berada di kampungnya di Desa Tengah Padang kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatra Barat.

Polres Mukomuko melalui Kasat Reskrim Mukomuko Iptu Teguh  Hari Aji S.IK beserta jajaran nya bekerjasama dengan pihak Kapolsek Linggo Sari Baganti berhasil di ringkus sedang berada di rumah orang tuanya pada Tanggal 1 Oktober 2020, hal ini di samapaikan oleh Kapolres Mukomuko melalui kasat Reskrim Mukomuko pada Konferensi Pers, Rabu 14 Oktober 2020 di Mapolres Mukomuko dengan barang bukti berupa pakaian dan Secrenshut Video persetubuhan nya.

Lanjutnya, dengan perbuatannya itu pelaku di jerat dengan Pasal 81 Ayat (2) jo Pasal 76D Undang- undang Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang- undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman Pidana 5 Tahun Penjara paling lama 15 Tahun Penjara dengan denda Lima Milyar Rupiah pungkasnya. (JPR)

 

 220 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *