Diduga Tersandung Pungli Dengan Modus Paguyuban, LSM Tamperak Laporkan Dua Kepsek

PEKANBARU, JAPOS.CO – Dugaan pungutan yang dilakukan Sekolah tingkat SMP di Kec Tapung Kab Kampar dengan modus dana paguyuban dan penjualan LKS dan lain-lain,  LSM Tamperak Kab Kampar telah melaporkan ke Penegak hukum Kejaksaan Negeri Bangkinang 13/10/20.Laporan dengan No:021/SP/Tamperak-Kampar/X/2020, diterima melalui Desye Shonorista Stap kejaksaan Negeri Bangkinang.

Hal ini dilaporkan berdasarkan bukti-bukti yang telah disimpulkan Tamperak dan jawaban dari surat klarifikasi yang di layangkan kepihak SMP pada bulan lalu. Dimana jawaban pihak sekolah telah mengakui melakukan pengutipan berbagai macam pungutan.

Pada hal sudah jelas ada larangan pungutan berdasarkan Kepres No 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar.

Sebagimana awalnya informasi diketahui  dari siswa dan Wali murid SMP Asisi kota Batak dan SMPN 8 Tapung diduga mereka dilibatkan sejumlah pungutan oleh pihak sekolah. Dan modus mengatasnamakan dana paguyuban.

Atas kejadian ini, DPD LSM Tamperak Kab Kampar berharap dunia pendidikan khususnya di Kab kampar ditengah bencana covid 19 dapat berjalan dengan baik dimana belajar sistem daring yang dapat dilihat menambah beban orang tua murid yang ekonominya lemah. Dan untuk itu,menurut Anar, LSM Tamperak Kab Kampar selaku socials kontrol akan tetap melakukan monitoring atas segala dugaan pungutan pungutan disekolah. “Dan setiap temuan dugaan pungutan yang memberatkan para peserta didik dalam mendapatkan haknya sebagai anak-anak bangsa dalam pendidikan akan kita laporkan kepihak berwenang dalam hal ini ke kejaksaan dan kepolisian” tegas Anar

Anar berharap, laporan dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh pihak pihak sekolah dapat segera ditindaklanjuti oleh Penegak hukum Kejari Kampar dan menentukan status terlapor. Agar epek jere kepada sekolah lain yang sengaja melakukan berbagai pungutan.

“Terkait laporan kita ke Kejari Kampar, berharap dapat ditindaklanjuti sebagaimana hukum yang berlaku. Sehingga epek jera kepada sekolah lain yang dengan sengaja melakukan pungutan kepada setiap peserta didik dengan modus rapat komite ataupun modus lain. ” tutup Anar Nainggolan saat dikonfirmasi melalui lewat whatsapp, Rabu (14/10/2020). (DH)

 

 702 total views,  21 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *