Kasus Korupsi Dinas Pendidikan Pangkalpinang Edison Bebas, Samsuri dan Taufik Dibui

PANGKALPINANG, JAPOS.CO – Kejaksaan Negeri Kota Pangkalpinang akhirnya bisa mengeksekusi  Ir. Samsuri dan Taufiq Rahman. Keduanya harus menjalani hukuman kurungan 1 tahun 6 bulan  pasca putusan Mahkamah Agung yang diterima oleh pihak Kejari.

Samsuri dan Taufiq sendiri merupakan  terpidana kasus korupsi di Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang tahun 2004. Dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 134 juta tersebut terjadi di masa kepemimpinan Edison Taher sebagai Kepala Dinas. Edison Taher sendiri lolos dan Bebas atas putusan MA. Kasus korupsi yang terjadi pada tahun 2004 tersebut akhirnya selesai setelah Kajari Pangkalpinang berupaya menyurati MA pada 2019 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pangkalpinang, RM Ari Priyo Agung menegaskan, jika eksekusi terhadap dua terpidana kasus korupsi berdasarkan dengan putusan Mahkamah Agung dan Eksekusi merupakan kewajiban dari seorang Jaksa.

“Ekseskusi terhadap dua terpidana kasus kasus korupsi ini berdasarkan putusan MA dan Ekseskusi merupakan kewajiban dari seorang jaksa ,” tegas Kajari pangkalpinang RM Ari Priyo Agung dalam jumpa persnya, Kamis (24/9).

Dijelaskannya, Eksekusi yang dilakukan dengan cepat dikarenakan kasus Korupsi tersebut sudah berlangsung lama.

” Kenapa kita harus cepat Eksekusi karena kasus ini sudah lama maka kita cepat langsung Eksekusi ,” terangnya.

Sementara itu,Kasi Pidsus Kejari Pangkalpinang Edowan menambahkan, jika kasus korupsi yang terjadi di Dinas Pendidikan pada tahun 2004 lalu berupa proyek pengadaan sarana olahraga.

” Ada dua terpidana dalam kasus korupsi proyek pengadaan sarana olahraga yang di Ekseskusi dan satu diantara nya mantan kepala dinas dinyatakan bebas sesuai dengan putus MA,” tandasnya. (Oby)

 

 1,212 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *