Awas! Ada Sejumlah Larangan Bagi Pesepeda

TRENGGALEK, JAPOS.CO – Melihat adanya dinamika masyarakat dengan meningkatnya jumlah pesepeda angin di sejumlah wilayah Indonesia yang terkadang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, maka Kementerian Perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 59 tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

Didalam aturan tersebut, dimuat beberapa larangan bagi para pesepeda yang berkendara di jalan sehingga harus menjadi perhatian bersama.

Menanggapi itu, Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Randy Asdar dikonfirmasi JAPOS.CO diruang kerjanya menyatakan, jika memang sudah ada peraturan menteri perhubungan dalam kaitan aturan mengendarai sepeda angin.

“Diantaranya, tercantum dalam pasal 8 huruf a hingga f,” sebutnya, Selasa (22/9/2020).

Yang pertama, lanjut Kasatlantas, pesepeda yang berkendara di jalan, dilarang membiarkan sepedanya ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan keselamatan dengan sengaja. Kedua, pesepeda dilarang mengangkut penumpang, kecuali sepeda dilengkapi dengan tempat duduk penumpang di bagian belakang sepeda.

“Kemudian yang ketiga, pesepeda dilarang menggunakan atau mengoperasikan perangkat elektronik, seperti telepon seluler saat berkendara, kecuali dengan menggunakan piranti dengar,” imbuhnya.

Selain itu, pesepeda dilarang menggunakan payung saat berkendara, serta dilarang berdampingan dengan kendaraan lain, kecuali memang ada ketentuan lain yang diperbolehkan sesuai rambu lalu lintas.

“Dan lagi, ada larangan berkendara dengan berjajar lebih dari dua sepeda,” tandas Randy.

Sarjana lulusan ilmu komputer itupun mengatakan, ketika akan menggunakan sepeda di jalan maka harus ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi. Seperti, memiliki bel, rem, lampu, alat pemantul cahaya. Penggunaan lampu dan alat pemantul cahaya yang dipasang itu berguna pada malam hari atau dalam kondisi tertentu, dimana kondisi jarak pandang terbatas karena gelap, hujan lebat, situasi berkabut atau didalam terowongan,

“Demi keselamatan, untuk pesepeda pada malam hari tetap harus menyalakan lampu serta menggunakan atribut yang dapat memantulkan cahaya, memakai alas kaki dan memahami serta mematuhi tata cara berlalu lintas,” himbau dia.

Akan tetapi, di sini (dalam permenhub) belum disertakan sanksi terhadap para pelanggar. Di sebutkan, untuk detail sanksi akan diatur dan ditentukan oleh masing-masing kepala daerah.

“Untuk itulah, kami akan segera melakukan komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait guna membahas ini lebih lanjut,” jelasnya.

Tapi pada prinsipnya, tandas AKP Randy, Polres Trenggalek sudah sejak awal melakukan sosialisasi mengenai potensi adanya pelanggaran dari pengguna sepeda ini. Berulangkali pihaknya melakukan himbauan-himbauan bahkan teguran terkait para pesepeda tersebut.

“Sejak awal pandemi Covid-19, anggota Satlantas Polres Trenggalek tanpa bosan melakukan sosialisasi bagi para pesepeda. Terutama yang bergerombol di jalan-jalan protokol dan tidak mematuhi protokol kesehatan,” pungkas lulusan Akpol 2010 tersebut. (HWi)

 

 

 151 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *