Selamatkan Generasi Mudah Polda Sulut Berantas Narkoba

MANADO, JAPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut melalui tim Opsnal Subdit II, menangkap 4 tersangka kasus peredaran obat keras tanpa izin, yang masing-masing berinisial HA (33), inisial A (33), inisial ST (27) Dan salah satu tersangka J alias O (30), meninggal dunia akibat dilakukan tindakan tegas dan terukur oleh petugas kepolisian dalam penangkapan tersebut.

Terkait dengan tindak pidana peredaran obat keras tanpa izin, tentunya berdasarkan 3 laporan polisi serta dari hasil penangkapan tersebut ditemukan barang bukti Trihexipenidyl sebanyak 4.131 butir, sebut Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Julles Abast saat konferensi pers Minggu (13/09) di Mapolda Sulut.

“Tim Opsnal Subdit II melakukan pengembangan dengan selanjutnya melakukan penangkapan terhadap 3 orang tersangka, dari hasil pemeriksaan kepada TSK, tim mendapatkan informasi dan dilakukan pengembangan,” jelas Abast.

Diketahui keberadaan tersangka J alias O yang juga adalah seorang DPO, sehingga melalui tim yang dipimpin oleh AKP MS bersama 4 orang anggotanya kemudian menuju ke Desa Lolah yang merupakan rumah tersangka, ketika mengetahui keberadaan petugas, tersangka yang saat itu berada di dalam rumah pun melarikan diri dan petugas berusaha mengejar, namun karena situasi gelap petugas tidak berhasil menemukan, tetapi setelah beberapa kali dilakukan pencarian, tiba-tiba tersangka muncul dari semak-semak dan menyerang Petugas.

“Sempat terjadi perkelahian dan anggota melakukan tindakan tegas, dan terukur terhadap tersangka J alias O, dikarenakan yang bersangkutan menyerang dengan berusaha melarikan diri, dan tindakan tegas yang dilakukan anggota, mengenai punggung bagian kanan tersangka, yang tujuannya untuk melumpuhkan, setelah tim Opsnal membawa tersangka ke RS Awaloei untuk mendapat pertolongan medis, namun sangat disayangkan ternyata nyawa dari tersangka tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.55 Wita,” tutupnya Abast.

Para tersangka yang terlibat dari kasus peredaran obat keras ini dikenakan pasal 196 dan 197 UU nomor 36 tahun 2009  tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun dengan denda Rp1 miliar.(Angky)

 130 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *