Tribun Timur SWMK Mangkrak Pasca Pemutusan Kontrak

KAJEN, JAPOS.CO – Pasca pemutusan kontrak Pembangunan  Tribun Timur Stadion Widya Manggala Krida (SWMK) Kecamatan Kedungwuni di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan saat ini kondisi bangunan tersebut makrak , memprihatinkan tidak dapat dimanfaatkan oleh supporter.

Penelusuran tim japos  kondisi bangunan nya  tidak terawat di penuhi dengan rerumputan di sekeliling nya. Akibat gagal proyek tahun2019 lalu.

Pembangunan yang bersumber dari dana APBD Dinporapar kabupaten Pekalongan TA 2019 sebesar Rp 1,758.370.000 yang di kerjakan oleh rekanan CV Syavana tersebut tidak dapat melanjutkan pekerjaannya berhenti di tengah jalan.

Pasalnya pembangunan Tribun Timur stadion tersebut telah di tinggal oleh rekanan CV Syavana Mulya  sebagai pelaksana pembangunan  awal desember 2019.

Karena rekanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan nya sampai selesai, sehingga oleh Dinporapar memutus  kontrak  dengan Nomor 21/pbj/XII/2019 tanggal 18 Desember 2019 yang di tanda tangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPkom) tertanda Bambang Irianto. Yang juga sebagai Kepala Dinporapar kab Pekalongan.

Dan isi surat pemutusan kontrak tersebut memuat terkait saksi, diantaranya pencantuman dalam daftar hitam perusahaan, Jaminan pelaksanaan akan dicairkan dan disetorkan ke kas daerah, uang muka harus dilunasi atau jaminan uang muka di cairkan.

Hal tersebut muncul kritikan yang dilontarkan para pecinta bola, seperti inisial (AR ) (46) penikmat  sepak bola. Dalam kritikannnya ketika di wawancarai japos.co bahwa pembangun stadion SWMK  terkesan asal-asalan, karena selain pembangunannya yang tidak bagus perusahaan pembangunan tidak bonavide.

“Pelaksana pembangunan tidak bonavide. Saya sebagai warga masyarakat kecewa, karena pembangunan tidak selesai. Saya berharap pemerintah untuk berhati-hati dalam memilih dan menunjuk perusahaan agar kedepan kejadian seperti ini tidak terulang kembali, sebab kalau seperti ini masyarakat pecinta bola ikut kena dampak pembangunan tersebut, tidak bisa menempati Tribun Timur “pungkasnya.

Sementara ketika dikonfirmasi dikantornya Kepala Dinporapar Kab Pekalongan, Bambang Irianto yang juga sebagai PPkom kegiatan tersebut. Bahwa pihaknya menjelaskan sudah melaksanakan sesuai tahapan dan prosedur yang ada termasuk memutus kontrak. Untuk tahapan selanjutnya nya masih berkoordinasi dengan para pimpinan-pimpinan penyelenggara pengadaan barang/jasa (ULP) dan tim independen.

“Untuk langkah selanjutnya masih kita proses untuk melakukan perhitungan ulang volume pekerjaan, penghitungan seperti apa yaa nanti melihat dilapangan karena proses ini juga di mediasi oleh BPKP. Jadi progresnya baru itu aja” Jelas Bambang Irianto sambil tergesa -gesa dikantornya.(SOFI)

 

 78 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *