Ratusan Wartawan Geruduk Kantor KPU, Larang Wartawan Untuk Meliput

INDRAMAYU.JAPOS.CO – Aksi Unjuk Rasa ratusan wartawan yang tergabung dalam Koalisi Pers Untuk Demokrasi (KPUD) menggelar Orasi di depan Kantor KPU Indramayu, Senin (14/09/2020).

Dalam aksi unjuk rasa tersebut Koalisi Pers Untuk Demokrasi meminta KPU bersikap independen,berintegritas dan menuntut ketua KPU mundur dari jabatannya.

Hal itu berkaitan pembatasan dan menghambat kegiatan jurnalis pada kegiatan tahapan pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu pekan lalu.

Dalam UU no.40 Tahun 1999 pasal 18 disebutkan:”Setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat dan menghalangi tugas jurnalistik, pada ayat 2 dan ayat 3 dijerat pidana paling lama 2 tahun dan didenda paling banyak Rp.500 juta”.

Dalam Orasinya, kordinator aksi Ihsan Mahfudz menyampaikan tuntutan kepada Ketua KPU Indramayu untuk mundur dari jabatannya, karena dinilai gagal dan membatasi media dalam hal peliputan.

“Ya kami menilai Ketua KPU Indramayu saudara Ahmad Toni Fahtoni melanggar aturan dan menghalang halangi tugas jurnalis, hal itu terjadi pada pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu,”ucapnya, dengan lantang di hadapan masa dari berbagai media.

Ihsan menegaskan, Ketua KPU Indramayu harus minta maaf kepada semua media yang telah di rugikan atas pembatasan dalam liputan tersebut, KPU Indramayu juga harus transparan dalam Anggaran pilkada dan menyediakan media Center bagi wartawan.

” Kami ingin akses seluas luasnya untuk media jangan di batasi, sekecil apapun Pemberitaan yang di adakan KPU, kami media harus tahu dan di beri ruang untuk peliputan,”pungkasnya.

Sembari melakukan Orasi di depan kantor KPUD Indramayu, tak henti hentinya orator membakar semangat rekan rekan Wartawan untuk satu komando.

Aksi unjuk rasa pun di hibur kesenian Khas Indramayu, kuda lumping dan Berokan, dan itu merupakan simbul dari ketidak puasan para wartawan yang di batasi saat bekerja.

Aksi berlanjut dengan 10 perwakilan memasuki kantor KPUD Indramayu, dengan membawa Surat Pernyataan buat Ketua KPU Indramayu yang bermaterai dan harus di tanda tangani ketua KPU Indramayu.

Selang berapa menit pihak KPU Indramayu dan jajarannya keluar dan menemui para pendemo yang mulai memanas geruduk kantor KPU Indramayu.

Ketua KPUD Indramayu Ahmad Toni Fahtoni dan jajarannya minta maaf yang sebesar besarnya atas kesalahan yang kami perbuat.

“Kami minta maaf dan kami berjanji akan memberikan ruang dan akses seluas- luasnya untuk para media dalam peliputan, ” katanya.
Aksi tersebut ni mendapatkan pengawalan yang cukup ketat dari pihak kepolisian dan dapat berjalan Kondusif. (JAN/RAS)

 360 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *