PT. JV Dinilai Tak Manusiawi Pecat 10 KHL Tanpa Pesangon

SUKADANA, JAPOS.CO – Pemkab Kayong Utara (KKU) akui tak mengetahui aturan tata kelola tenaga kerja di perusahaan perkebunan sawit PT. Jalin Vaneo (JV). Terutama status Karyawan Harian Lepas (KHL). Sebab perusahaan tidak pernah menyampaikan laporan.

Bahkan dikatakan pula, perbuatan PT. JV memecat KHL dinilai kurang pantas dan tidak manusiawi. Sebab, keringat KHL setelah bekerja diatas 7 dan 13 tahun hanya dihargai dengan tali asih.

General Manager (GM) PT.Jalin Vaneo, Alamsyah Sitorus ketika dihubungi hanya menjawab singkat terkait harapan KHL yang dipecatnya. “Sudah ada proses mediasi yang digagas oleh Disnakertran” kata Alamsyah Sitorus, senin (14/9) pagi lewat pesan singkat.

Menyikapi itu, Disnakertrans setempat akan melakukan pemeriksaan dan mediasi untuk mengetahui tata kelola rekrutmen dan sistem kerja agar didapat informasi dan solusi.

“Rasanya kurang pantas juga perusahaan melakukan itu, secara manusiawi kami juga tidak setuju. Untuk itu, kami akan melakukan investigasi terutama pada perusahaan tersebut” ungkap Kabid Tenaga Kerja, Disnaker, Mahmud, Senin (14/9) pagi melalui sambungan telepon.

Investigasi yang akan mereka lakukan difokuskan pada tata kelola tenaga kerja seperti, status KHL yang bekerja tahunan namun belum berubah menjadi Karyawan Tetap (KHT).

“Misalnya apakah mereka bekerja sejenis seperti kalo jadi pemanen, ya pemanen terus, atau bagian pupuk. Artinya, jenis pekerjaan mereka sejenis, kontinyu dan dilakukan sesuai dengan aturan. Itu yang perlu kami perdalam karena aturan itu ada di perusahaan” jelas Mahmud.

Dia menjelaskan, dalam Undang undang dan Peraturan, memang disebutkan tenaga kerja apabila bekerja 21 hari dan 3 bulan berturut-turut, perusahaan wajib merubah status KHL. Namun, ada celah yang bisa menjadi dalil perusahaan tidak ikuti aturan itu. Seperti memberikan pekerjaan tidak sejenis dan kontinyu.

“Bisa jadi perusahaan sengaja memberi pekerjaan tidak sejenis untuk menghindari aturan ” imbuhnya.

Disnakertran akan mendorong penyelesaian masalah 10 orang KHL secara tuntas. “Jika masih ada yang diharapkan KHL, kami akan undang perusahaan dan KHL lagi, tapi untuk sementara mereka hanya mampu beri itu. Kita ingin ada win-win solution” katanya. (Dins)

 

 1,122 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *