Pembelanjaan Dana Bos SMPN 160 Jakarta Timur Diduga Dimark Up

JAKARTA, JAPOS.CO – Sebanyak 7 atem komponen pembiayaan dana  BOS dengan total nilai anggaran Rp 211,719,431,- yang direalisasikan pada tahun 2019  diduga dimark up oleh Oknum kepala SMP Negeri 160 Jakarta Timur.

Pembelian tersebut diantaranya, Pembelian 1 unit Lapto intel core i3-3229Y memory 4 GB Rp.11.941.600, Pembelian laptop intel core i5-4370S memory 4 GB 3 unit (9.501.870) Rp.31.356.171, Pemasangan teralis jendela 16 meter x 2 tempat Rp.17.927.360, Pembelian LED Runing Tex 1 unit Rp.30.121.300., Instalasi kamera CCTV 25 unit (3 chanel ) x 2.715.200 Rp.74.668.000, Pembelian 15 unit white board ukuran standar (2.875..000) Rp.47.437.500. dan Pembelian 3 unit LCD Projector (7.689.900) Rp.25.376.670.

Suroyo selaku Kepala Sekolah SMPN 160 Jakarta Timur yang juga penanggung jawab anggaran, saat dikonfirmasi dirinya tampak seperti menghindar.

Konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp yang dipertanyakan oleh awak media Japosco dan jaya pos pada tanggal 7 September 2020 atas dugaan korupsi dana BOS Tahun 2019 dengan anggaran mencapai Rp. 211,719,431 ratusan juta tersebut, Kepala Sekolah Suroyo hanya membalas WhatsApp “Silahkan dikonfirmasi ke bendahara, Secara detainya saya tidak ingat harus mengecek ke SPJ” ujar Suroyo

“Semua perencanaan dan pengadaan sudah melalui e-budgeting. Maksud saya sdh ada di rkas dan dan harganya yg ada disistem e-katalok. Mohon maaf kalau salah e-budgeting, Silahkan tanya saja ke bendahara di sekolah, Untuk running tek, cctv dan papan tulis pengadaan pada kepsek sebelum saya, Bu Herda linda Sirait” , balas Suroyo melalui pesannya.

Sejumlah penggunaan dana untuk setiap pembelian kebutuhan sekolah diduga kuat tidak diyakini kebenarannya. Pihak SMPN 160 Jakarta Timur disinyalir dalam pengelolaan dana BOS selama ini kurang melibatkan guru maupun komite sehingga terkesan tidak transparan.

Saat awak media Japosco menanyakan ke Sanudin selaku bendahara SMPN 160 Jakarta Timur melalui pesan singkat WhatsApp, tidak mau menjawab pertanyaan dari Awak media Japosco pada hal pesan sudah ceklis dua warna hijau.

Hal ini menunjukkan bahwa kuat dugaan oknum Kepala SMPN 160 Jakarta timur memakai dana BOS Tahun 2019 untuk kepentingan pribadi. Sehingga, diduga penyimpangan ini terjadi mulai dari penyusunan RAPBS yang kurang melibatkan partisipasi masyarakat, prosentase belanja rutin yang lebih membengkak serta pengalokasian dana BOS anggaran banyak menyimpang dari peraturan yang telah ditetapkan. Berdasarkan keterangan dan informasi di atas, kami dari awak media Japosco dan jaya pos mempunyai pandangan bahwa dalam pelaksanaan realisasi dana BOS tahun 2019 di SMPN 160 Jakarta timur diduga telah terjadi penyimpangan/ pelanggaran (KKN) yang berpotensi merugikan uang negara ratusan juta rupiah.(AMIN)

 

 830 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *