Obyek Wisata Situ Cileunca Terus Berbenah

KAB. BANDUNG, JAPOS.CO – Situ Cileunca adalah Situ yang penuh sejarah bagi warga Bandung, dibangun pada jaman Hindia Belanda jauh sebelum Indonesia merdeka, diperkirakan dibangun pada Tahun 1919 – 1926.

Situ Cileunca bukanlah danau yang terbentuk secara alami, Situ ini merupakan danau buatan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik dan juga sebagai cadangan air bersih bagi warga Bandung.

Berjalannya waktu Pemkab Bandung mengambil alih pengelolaan obyek wisata disekitar situ Cileunca dan mulai melakukan pembangunan sarana dan prasarana sampai saat ini, untuk memberikan kenyamanan kepada para wisatawan yang selalu ramai berkunjung pada hari – hari libur.

Koordinator pengelolaan obyek wisata situ Cileunca, Kikim memaparkan, saat ini kondisi fasilitas bangunan yang berada dilokasi obyek wisata situ Cileunca sudah banyak yang termakan usia sehingga perlu dilakukan perbaikan dan pembangunan, ungkapnya.

Untuk saat ini salah satu prioritas Dinas Pariwisata adalah merenovasi gedung Pujasera, agar bisa kembali menampung para pedagang, supaya tidak sembarangan meletakkan barang dagangannya dilokasi obyek wisata sehingga dapat mengganggu kenyamanan wisatawan, lanjutnya.

Selain merenovasi Pujasera, Dinas Pariwisata juga akan membangun gedung pentas kebudayaan agar masyarakat setempat bisa mempromosikan adat kebudayaan mereka kepada wisatawan yang berkunjung dari berbagai daerah.

“Dalam waktu dekat ini kami juga akan memperbaiki kolam renang yang sudah rusak karena bangunan lama, kalau fasilitas sarana dan prasarana sudah mendukung dan lengkap maka secara pribadi saya sangat optimis pengunjung wisatawan ke situ Cileunca pasti akan meningkat secara otomatis “katanya.

Kikim juga menerangkan, selama ini Dinas Pariwisata agak lamban melakukan pembangunan fasilitas sarana dan prasarana dilokasi situ Cileunca, dikarenan terkendala kerja sama dengan Indonesia Power sebagai pemilik lahan diwilayah situ Cileunca.

Jadi selama ini Pemkab Bandung hanya diberikan ijin sewa setahun setiap kali membuat surat perjanjian kerjasama, padahal untuk bisa mengembangkan obyek pariwisata itu secara maksimal paling tidak minimal kita diberikan ijin sewa per 20 Tahun sehingga Pemkab Bandung bisa mengalokasikan dana untuk pembangunan sarana dan prasarana tanpa merasa was – was “tutupnya. (HendriH) 

 

 568 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *