Suasana Permandian Alam Bantimurung Ditengah Penerapan Protokoler Covid-19

MAROS, JAPOS.CO – Antusias pengunjung taman Wisata Alam Bantimurung memperlihatkan progress yang baik. sejak status New Normal sampai hari ini memperlihatkan trend yang cenderung meningkat, meskipun jumlah pengunjung untuk hari sabtu tidak sebanyak dibanding hari minggu.

Menurut Yusriadi Arif Kepala Bidang Pariwisata mengatakan sebagai leading sector pengelolaan wisata alam bantimurung bahwa jumlah pengunjung memang masih fluktuatif karena tidak bisa dipungkiri pengaruh wabah corona dan penerapan aturan pemerintah sangat ketat untuk melawan atau mengantisipasi penyebaran virus ini.

“Namun dengan kebijakan Bupati Maros yang direalisasikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ferdiansyah untuk tetap membuka taman wisata ini dengan tetap mengikuti aturan protokoler standar dari pemerintah yakni pemakaian masker dan menjaga jarak serta tetap memperhatikan higenitas tangan dengan mencucinya sebelum memasuki area air terjun bantimurung,” terangnya kepada Japos.co, Sabtu (12/9).

Dikesempatan yang sama Ketua KGS LAI Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan Andi Zainal Abidin,berada diantara para pengunjung dan melakukan pantauan terhadap kinerja staf  Disbudpar Maros yang ditugaskan untuk membantu kelancaran petugas reguler lapangan dan memberi nilai plus atas penerapan job description yang disempurnakan oleh himbauan dari announcer yang tidak henti-hentinya mengingatkan kepada pengunjung untuk tetap mengindahkan aturan menyangkut Covid-19.

Menurut berbagai sumber diketahui bahwa Disbudpar Maros tidak akan memberi dispensasi untuk siapapun menyangkut free of charge bagi pengunjung TWA Bantimurung, dengan asumsi bahwa untuk megejar target pemasukan dan menambah PAD dari sektor pariwisata agar tetap berada dijalur on the track value sekalipun sangat dimaklumi bahwa tidak akan mungkin terjangkau target awal yang telah ditetapkan tersebut karena imbas dari wabah virus corona.

Sebagai masyarakat Maros Ketua KGS LAI mengharapkan semoga virus pembabat dan penghalang perekonomian ini cepat berlau dan kehidupan industri kepariwisataan khususnya Kabupaten  Maros bergeliat kembali.

“Kepariwisataan Nusantara secara umum juga dengan serta merta mengambil peran utama sebagai sektor idola peningkatan pendapatan devisa negara kepariwisataan,” tutupnya.(Kim)

 

 182 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *