Terkait Proyek Kolam Renang Desa Beluluk Mehoa: “Banyak yang Lebih Prioritas”

BANGKA TENGAH, JAPOS.CO -Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa mengatakan, proyek pembangunan venue aquatic di Desa Beluluk Kecamatan Pangkalan Baru Bangka Tengah terkesan mubazir dan dipaksakan. Pentolan PDIP Bangka Tengah ini bahkan menyebut pembangunan tersebut terlalu dipaksakan. Hal ini jika diukur dari kekuatan PAD murni Bangka Tengah yang hanya di kisaran Rp 80 miliyar.

Hal ini disampaikan Mehoa saat melakukan sidak di gedung kolam renang desa Beluluk, Rabu (9/9/20) siang. Mehoa mengatakan seharusnya banyak yang lebih penting.

“Ini bisa saya bilang tidak prioritas, banyak yang lebih prioritas seperti pendidikan. PAD Bangka Tengah ini kan sangat kecil hanya Rp  80 miliyar per tahun. Sementara kebutuhan anggaran kita hampir Rp 1 triliun per tahun. Nah jika melihat dari PAD murni kita, yang hanya Rp 80 miliyar pertahun, berapa persen yang sudah tersedot di pembangunan kolam renang ini. Ini kan terlalu memaksa namanya. apalagi setelah saya lihat hasilnya seperti ini. Sedih dan prihatin saya lihatnya. Ini uang rakyat, terlepas dari mana sumbernya. Masih banyak yang lebih prioritas yang harus dibangun. Coba sekarang pertanyaan nya, sudah berapa banyak atlet renang yang berhasil dikirim ke PON dan menorehkan prestasi, berapa banyak atlet yang berenang di sini. apakah sesuai dengan puluhan miliyar yang sudah kita habiskan. Itulah saya bilang ini tidak prioritas,” tandas Mehoa.

Di depan para wartawan, Mehoa berjanji akan memanggil seluruh pihak yang terkait dengan proyek pembangunan yang dikerjakan pada tahun 2018 ini. Menurut Mehoa itu penting untuk mencari tahu siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kondisi yang ada saat ini.

Saya mengetahui ini setelah membaca berita di portal media online terkait kondisi kolam renang ini. Disebutkan kondisinya banyak kerusakana. Kebetulan saya juga tinggal dekat sini. Ternyata begini kondisinya. Banyak sekali rusaknya. Mulai dari dinding yang retak di sana sini, lantai yang retak dan bergelombang, kolam yang tidak terawat, keramik tepian kolam yang lepas dan pecah dan banyak lagi lah. Sedih saya lihat uang rakyat dibuat dengan hasil seperti ini. Harus ada penjelasan dan pertanggung jawaban lah dari pihak-pihak terkait pembangunan ini,” tegas Mehoa.

Mehoa mendatangi gedung kolam renang desa Beluluk sekitar pukul 12.30, dengan kendaraan dinasnya BN 2 C. Setelah meminta ijin dari penjaga gedung, Mehoa menyempatkan diri dulu mengisi buku tamu dan kemudian bersama wartawan yang kebetulan ada di lokasi meninjau bagian dalam kolam renang. Untuk diketahui bahwa proyek pembangunan venue aquatic Porprov Babel tersebut sudah menyelesaikan pembangunan tahap 2 pada 2018 lalu. Untuk tahap I kisaran pagu yang digunakan dari APBD Bangka Tengah mencapai Rp 22.907.000.000 dan tahap 2 menghabiskan dana Rp  22. 000.000.000. Total 44.907.000.000 miliyar. Khusus untung pembangunan tahap kedua, proyek ini dikerjakan oleh PT. Padimun Golden. (Oby)

 

 296 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *