Pekerjaan Parit Di Jalinsum Bulu Cina Labuhanbatu, Diduga Tidak Sesui RAB

LABUHANBATU, JAPOS.CO – Bangunan Parit di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Km 301 Dusun Bulu Cina Keluarahan Sidorejo Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara diduga tidak sesui dengan Rencana Anggaran Bangunan (RAB) dan tidak memiliki papan informasi Proyek.

Hal ini diketahui sesui dengan pengakuan pekerja yang menyampaikan pekerjaan sempat terhenti selama seminggu karena pihak pengawas dari Pusat tidak terima dengan material batu yang dipasang.

Menurut pengawas pada saat meninjau pekerjaan parit menyampaikan kepada kami “kenapa yang dipasang batu Padas ini seharusnya menggunakan batu kelapa”
Kami menjawab kami tidak tahu pak, kami hanya mengerjakan, material apa yang datang itu yang kami pasangkan, jelas salah satu tukang.

Para pekerja yang tidak mau namanya dituliskan ini menyampaikan bahwa mereka diperkerjakan oleh PT.Ayu Septa.

Sebaliknya juga saat melakukan pengalian parit dengan menggunakan alat berat, pengawas alat berat yang mengaku warga Tebing Tinggi Kabupaten Kabupaten Serdang Bedagai juga menyampaikan kalau pekerjaan pembuatan parit dikerjakan oleh PT Ayu Septa.

Hasil pantauan wartawan dilapangan, Minggu (6/9/2020) bahwa material batu yang digunakan jenis batu Padas rapuh atau batu Padas muda.

Humas PT.Ayu Septa Amsar saat dihubungi melalui telepon selulernya,.Senin (7/9/2020) menyampaikan “saya sudah cek, pekerjaan parit yang ada di jalan Lintas Sumatera di Dusun Bulu Cina Keluarahan Sidorejo Kecamatan Rantau Selatan bukan pekerjaan PT. Ayu Septa, itu pekerjaan PU Provinsi Sumatera Utara dengan sistem swakelola” jelas Amsar.

Humas PT.Ayu Septa ini menambahkan ” saya tidak tahu masalah material yang digunakan apakah batu Padas atau batu Kelapa mungkin PT.Ayu Septa hanya sebagai pekerja, material apa yang masuk itu yang kerjakan” jelas Amsar.

Ketua Lemabaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Rakyat Indonesia Satu (BARIS) Ramses Sihombing menyampaiakan, Senin (7/9/2020) “kami akan turun meninjau lokasi pekerjaan untuk melakukan investasi dsn mempertanyakan mutu material dan legalitas material batu Padas yang digunakan untuk pembuatan Parit saluran air yang ada di sepanjang jalinsum Rantauprapat sampai Aek Nabara” jelas Ramses.

Menurut Ketua LSM BARIS sesui dengan undang – undang Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas undang – undang nomor 4 tahun 2019 Tetang pertambangan mineral dan batu bara pasal 161 “setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan / atau pemurnian, pengembangan dan / atau pemanfaatan, pengangkutan penjualan mineral dan / atau batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB, atau izin sebagai mana yang dimaksud dalam pasal 35 ayat 3 huruf C dan huruf G, pasal 104 atau pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 Tahun dan denda paling banyak 100 Miliar Rupiah, jelas Ramses Sihombing.(At)

 698 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *