Alokasi Dana BOS TA. 2020 SDN Jatinegara Kaum 01 di Duga Menyimpang

JAKARTA, JAPOS.CO  Program Bantuan Oprasional Sekolah ( BOS ) adalah program bantuan pemerintah yang di alokasikan setiap tahunnya untuk siswa/i peserta didik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama  (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) yang sistem pengelolaan dan penyelenggaraannya di atur dan di tetapkan oleh pemerintah.

Sebagai dasar hukum pada Peraturan Pemerintah (PP) no. 66 tahun 2010 perubahan atas Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan, Permendikbud No. 75 tahun 2008 tentang Komite sekolah, dan Permendikbud No. 3 tahun 2019 tentang Juknis BOS.

Sesuai dengan Juknis BOS atau ketentuan persentase alokasi dana BOS adalah 20% dari keseluruhan dana BOS yang di terima sekolah SD, SMP, SMA/K Negeri khusus di alokasikan untuk pembelian buku utama penunjang belajar siswa/i, dan buku yang di beli pun harus sesuai dengan ketentuan dan ketetapan dari pemerintah atau Kementrian.

Namun dalam hal ini masih saja banyak sekolah yang menyimpang dari pengelolaan dan penyelenggaraan terkait alokasi dana BOS untuk buku tersebut.

Salah satunya adalah sekolah SDN Jatinegara Kaum 01 Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur yang di duga ada oknum pihak sekolah yang telah melakukan penyelewengan terhadap alokasi dana BOS untuk buku yang menjadi penunjang atau bahan belajar mengajar peserta didiknya.

Dimana menurut hasil penelusuran awak media Japosco menemukan kejanggalan ketika awak media menanyakan atau konfirmasi kepada pihak sekolah terkait kouta internet siswa dan buku yang di pakai untuk bahan belajar mengajar siswa/i di sekolah tersebut, yang mana buku utama yang di pakai untuk bahan belajar mengajar siswa/i adalah tahun ajaran lama atau tahun pembelian buku BOS di 2019/2020 yang tidak sesuai dengan tahun ajaran atau tahun pembelian kouta internet untuk siswa siswinya BOS saat ini yaitu tahun 2020.

Menjadi tanda tanya besar, kamana alokasi dana BOS Kouta internet siswa siswinya dan untuk pembelian buku utama di tahun ajaran 2019/2020, apakah sudah terrealisasikan dengan benar dan tepat sasaran ataukah malah sebaliknya.

Ketika di konfirmasi langsung kepada kepala sekolah SDN Jatinegara Kaum 01 mengatakan, saya bingung,wartawan dan lsm banyak yang datang sedang untuk langganan Koran, cuma untuk media tabloid GEMA yang lain tidak ada untuk langganan koran, saat disinggung untuk penggunaan dana BOS, cuman bilang semuanya yang bertanggung jawab dana BOS semua sama bendahara.” katanya Senin(7/9/20).

Namun hal berbeda di temukan ketika awak media Japosco melakukan tinjauan langsung kepada siswa/i terkait kouta internet untuk siswa siswinya dan buku yang di pakai, belum pernah mendapat kouta internet dan buku juga yang di pakai oleh sisa/i tersebut adalah buku tahun ajaran lama yaitu tahun ajaran 2016  yang tidak sesuai dengan tahun ajaran 2019/2020, sesuai bukti dokumentasi yang di dapat oleh wak media.

Apabila hal tersebut terjadi, tentu melanggar peraturan dan ketentuan pemerintah, terbukti benar adanya sesuai dengan hasil penelusuran awak media.

Mengacu pada UU No. 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Peraturan Pemerintah (PP) No. 43 tahun 2018 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat Dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers sebagai fungsi Sosial Kontrol.

Sampai dengan berita ini di terbitkan awak media Japosco masih mencari data dan informasi dari sekolah – sekolah yang di duga masih banyak melakukan penyelewengan terkait alokasi dana BOS TA, 2019/2020.(Amin)

 

 577 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *