Kepsek SDN Pisangan Timur 18 Diduga Alergi Wartawan

JAKARTA, JAPOS.CO – Para orang tua murid di SDN Pisangan Timur 18, Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur, mempertanyakan terkait realisasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembelian kuota internet bagi anak didik selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

Sebagaimana disampaikan beberapa orang tua murid yang diwawancarai Japos.co, belum lama ini mempertanyakan ketransparanan pihak sekolah soal pembelian kuota internet bagi para murid, Jumat (04/09) sekira pukul 11.20 Wib di bilangan Pulogadung, Jakarta Timur.

Bahkan, beberapa diantara orang tua murid mengaku belum mengetahui prosedur pemberian kuota internet tersebut kepada anak didik, mengingat di SDN Pisangan Timur 18 anak didiknya kebanyakan binaan dari sekolah lain.

Bahkan, untuk mengetahui pasti soal pembelian kuota internet tersebut, masih menurut orang tua murid, Kepala SDN Pisangan Timur 18 diduga jarang berada di kantor untuk dimintai keterangan. “Saya bisa pastikan bahwa pihak sekolah tidak pernah memberikan kuota internet kepada anak saya, karena setiap saya datang ke sekolah untuk mempertanyakan terkait hal itu, kepala sekolah selalu tidak berada di tempat,” sebut salah satu orang tua murid, kesal.

Guna memastikan keluhan para orang tua murid, Japos.co beberapa kali menyambangi SDN Pisangan Timur 18 Jakarta untuk konfirmasi, namun kepala sekolah selalu tidak berada di tempat.

Sehingga diduga, Kepala SDN Pisangan Timur 18 sengaja menghindar karena alergi atas kedatangan wartawan. Hal ini diperkuat dengan sikap para guru yang ada di ruang tunggu kantor tersebut, kompak menyebutkan bahwa kepala sekolah sedang berada di SDN Pisangan Timur 20.

Anehnya, setelah ditunggu beberapa saat, tiba-tiba salah satu guru yang keluar dari ruang guru mengatakan bahwa kepala sekolah sedang tidak ada, karena lagi keluar.

Sepertinya antara kepala sekolah dan staf guru kompak memberikan pernyataan yang disinyalir ingin menghindar dari cecaran pertanyaan dari wartawan terkait realisasi pembelian kuota internet tersebut.

Hingga berita ini dilansir, Kepala SDN Pisangan Timur 18 belum memberikan keterangan terkait keluhan orang tua murid tersebut.

Leonardus P SH, Praktisi Pendidikan yang dikonfirmasi Jaya Pos sangat menyayangkan sikap Kepala SDN Pisangan Timur 18 yang terkesan alergi terhadap kehadiran wartawan. “Benar-benar sangat disayangkan, seharusnya sebagai seorang pelayan publik, apalagi seorang pendidik harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang terjadi di sekolah yang dia pimpin, apalagi menyangkut pembelian kuota internet yang anggarannya bersumber dari dana BOS,” ujarnya.

Dirinya pun menghimbau, agar kepsek tersebut transparan dalam penggunaan dana BOS untuk pembelian kuota internet, apalagi hal ini sangat mendasar dalam keberlangsungan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

“Jangan main-main, soal penggunaan dana BOS ada aturannya, apalagi ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Sehingga kepsek harus memberi klarifikasi atas tudingan orang tua murid tersebut,” tegasnya.

Leonardus juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta serta Inspektorat agar membina aparaturnya, termasuk kepala sekolah yang mencoba melanggar aturan untuk meraup uang negara demi kepentingan pribadi atau kelompoknya. “Jika dugaan para orang tua murid itu benar, seharusnya pihak berwenang melakukan tindakan tegas,” tandasnya.(Amin)

 175 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *