SMAN 14 Pekanbaru Lakukan Proses Belajar Pola Vicon dan Non Vicon

PEKANBARU, JAPOS.CO – Seiring masa pandemic Covid-19 saat ini telah merubah cara dan pola saat ini telah merubah pola aktifitas masyarakat dalam kesehariannya. Tidak hanya dalam bidang bisnis, pekerjaan dan aspek sosial lainnya, namun bagi dunia pendidikan juga.

Dengan berubahnya cara dan pola belajar – mengajar tersebut tentunya harus didukung ketersediaan infrastruktur jaringan internet serta perlengkapan penunjang lainnya yang cukup baik.

Hal inilah yang mendorong Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud mengambil kebijakan dan solusi agar proses belajar mengajar dapat berjalan baik, salah satunya adalah relaksasi dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS), di mana satuan pendidikan diberi kewenangan untuk mengalokasikan dana BOS untuk penyediaan pulsa kuota internet bagi guru dan siswa dan hal ini dilakukan dalam upaya Pemerintah untuk menjawab kecemasan masyarakat selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saat ini.

Kepala Sekolah SMAN 14 Kota Pekanbaru, Zahar kepada media Japos.Co mengatakan bahwa walaupun pembelajaran melalui daring, dengan sekuat tenaga dan komitmen dari semua pihak maka proses belajar mengajar pasti akan berjalan dengan baik.

“SMAN 14 Pekanbaru dengan 880 orang siswa dan 50 guru telah mendistribusikan bantuan paket data untuk siswa dan juga para guru. Kami memberikan jadwal pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi pandemi saat ini dengan memberikan materi-materi essensial,” terang Zahar

“Memang ada kendala dan keluhan dari orangtua murid dalam penerapan belajar via online. Beberapa orang tua mengeluh karena belajar seperti ini kurang efektif, para orangtua merasa kewalahan dalam mengawasi dan mengontrol anak mereka dalam belajar,” lanjutnya.

“Jika selama ini kita banyak melihat kegiatan Video Confrence (Vicon) dimanfaatkan untuk rapat kepentingan bisnis, namun saat ini sekolah-sekolah juga sudah menggunakan Vicon, termasuk kami SMAN 14. Untuk media pembelajaran, kami melakukan pola Vicon dan Non Vicon,” jelasnya.

Menurutnya, kalau pola vicon itu dalam satu bulan dilakukan minggu pertama kelas 12 maka kelas 11 dan 10 belajar di rumah dengan media lain, jika minggu kedua kelas 11 melakukan Vicon maka kelas 12 dan 10 di rumah, minggu selanjutnya istirahat, minggu keempat berikutnya kelas 10 melakukan Vicon maka kelas 12 dan 11 belajar di rumah dengan media lain. Nah, selama Vicon guru ada di sekolah dan menggunakan fasilitas dan wifi sekolah sesuai waktu yang sudah dijadwalkan.

“Setiap guru pengajar harus memberikan laporan berupa 3 bukti fisik belajar mengajar, seperti Screeshoot materi yang disampaikan, screenshoot saat TBM, screenshoot absensi, ketiga bukti itu di upload ke form SMAN 14,” ujarnya.

“Melalui 2 pola ini diharapkan para siswa menjadi lebih antusias dan tidak merasa bosan dalam belajar dan para guru juga dapat mengenal murid-muridnya satu per satu sehingga lebih bersemangat dalam memberikan ilmu pengetahuannya kepada para muridnya,” jelasnya.

“Kita berharap Pemerintah Prov.Riau melalui Gubernur dapat merencanakan  untuk memberikan bantuan Android kepada siswa/I yang benar-benar tidak mampu,” tutupnya.(AH)

 

 

 

 557 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *