Tersandung Dugaan Kasus Pemalsuan Akta, Juru Ukur BPN Duduk di Kursi Pesakitan

JAKARTA, JAPOS.CO – Kasus dugaan pemalsuan akta autentik tanah terus bergulir, Paryoto yang juga juru ukur BPN ikut terseret dalam kasus tersebut kini duduk dikursi pesakitan dan mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (1/9/2020).

Perkara Pidana dengan nomor perkara No.614/Pid.B/2020/PN.Jkt.Tim dengan nama Terdakwa Paryoto dengan Majelis Syafrudin A Rafiek, Hakim Aggota Sri Asmarani, serta Tohari Tapsirin.

Menurut Hendra selaku kuasa hukum Abdul Halim, bahwa awalnya pelapor Abdul Halim belum mengetahui siapa pelaku terlapor dari dugaan tindak pidana pemalsuan (tertulis dalam tanda bukti lapor terlapor adalah dalam lidik). Namun setelah berjalannya proses lidik baru ditemui dan diketahui bahwa pelaku atas dugaan tindak pidana pemalsuan Paryoto , Ahmad Djufri dan Benny Simon Tabalujan.

Memang sebelumnya dua orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya yakni pimpinana PT Salve Veritate, Benny Simon Tabalajun dan rekannya Achmad Djufri.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Subdirektorat Harda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi M Gofur bahwa lapaoran tersebut sudah diselsaikan pada tahun 2018.

“Itu laporan tahun 2018. Dengan laporan polisi nomor: LP/5471/X/2018/PMJ/Ditreskrim, tanggal 10 Oktober 2018. Sudah selesai. Dan terlapor juga sudah dijadikan tersangka,” jelasnya.

Abdul Halim dalam hal ini optimis polisi akan mengusut tuntas kasus ini. Belum lagi polisi telah menetapkan keduanya sebagai DPO.

Diinformasikan kasus ini berawal dari persoalan sengketa tanah seluas 52.649 meter persegi di Kampung Baru RT09/08, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung Kota, Jakarta Timur antara Abdul dan Benny.

Ketika hendak melakukan proses penerbitan sertifikat tanah di kantor Dinas Pertahanan Jakarta Timur, pihak Dinas Pertahanan menyatakan bahwa telah terbit 38 SHGB atas nama PT Salve Veritate yang merupakan perusahaan dari Benny.

Alhasil, Abdul menempuh jalur hukum guna membongkar upaya pemalsuan tanah yang diduga dilakukan oleh Benny yang dibantu oleh Achmad.

“Saya yakin polisi sangat profesional menangani kasus seperti ini sesuai dengan moto Promoter dan akan memberantas mafia mafia tanah,” kata Abdul.(Red)

 162 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *