Harga Tidak Sesuai Pasaran. Alokasi Program BPNT Diawasi

PANDEGLANG, JAPOS.CO – Alokasi Bantu Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Pangan ( BSP) perlu diawasi, lantaran harga beberapa komoditi yang disajikan tidak sesuai harga pasaran pada umumnya, bukan hanya itu saja, kwalitas barang yang disalurkan ke para Kelompok penerima manfaat ( KPM) bahkan terkadang tidak sesuai Pedum yang sudah ditentukan.

Ketika diterima Kelompok Penerima Masyarakat (KPM) dari agen E Warung yang di tujuk, diantaranya, beras, daging ayam , telur tahu tempe, kacang ijo, buah buahan dan  lainnya kalau di uangkan tidak mencapai Rp 200, 000,- /KPM. Bahkan biasanya ada sisa saldo sebesar Rp 20- 30 ribu lalu dikemanakan sisa saldo tersebut karena di struk pembelanjaan tidak ada sisa saldo.

Dalam hal ini diminta para KPM yang menerima bantuan tersebut agar lebih cermat dalam penerimaan barang dari e warung, bila perlu KPM minta rincian  barang yang diperoleh berikut harga atau net, sebab secara de fakto uang yang di belanjakan adalah uang KPM yang di kemas melalui program sembako, Sehingga akan terjalin keterbukaan atau  antara E-Warung dan KPM sekaligus ketauan kekurangan dan kelebihnya.

Seperti yang terjadi di Desa Babakan Lor Kecamatan Cikeudal, selain barang yang tidak sesuai dengan jumlah uang yang diterima, KPM juga secara tidak langsung di paksa menerima barang yang tidak layak konsumsi. Contohnya,  buah jeruk yang setengah matang, telur yang tak layak konsumsi sehingga kuning telor sudah menyatu dengan putihnya, tempe yang sudah busuk, ayam yang kurang segar lagi.

“ Rencananya paket sembako yang kami terima tidak akan kami konsumsi dulu, tapi akan kita cek kebenaranya apakah sudah sesuai dengan jumlah nominal yang kami terima atau belum, agar tidak ada unsur fitnah dari pihak manapun” ujar Salah satu KPM Yang namanya tidak mau disebut. ( AaN)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 184 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *