Wakil Ketua PGRI Kab Pekalongan: Kami tak pernah Berhenti Perjuangkan Nasib Honorer

KAJEN, JAPOS.CO – Guru melalui wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI ) Kabupaten Pekalongan komitmen akan terus bersuara untuk perjuangkan nasib para guru honorer atau pegawai tidak tetap dalam rangka perbaikan kesejahteraan.

Pasalnya jumlah guru tidak tetap yang ada di lingkungan dinas pendidikan kabupaten pekalongan jumlahnya ada 1913 guru wiyta bhakti (K2),yang nota bennya penghasilannya per bulan masih dibawah rata-rata.

Hal tersebut terus di upayakan PGRI kabupaten pekalongan agar tetap mendapatkan kesejahteraan yang layak.”Kami pengurus PGRI terus ber upaya untuk kesejahteraan kawan kami para guru honorer (WB) yang saat ini,kehidupannya di garis kemiskinan.

“Perjuangan kami, untuk perbaikan kesejahteraan sudah di realisasi pemerintah daerah mulai tahun 2017 mendapat tunjangan kesra sebesar 500 ribu. Untuk tahun ini naik menjadi 550 ribu tunjangan tersebut bersumber dari dana bosda APBD kabupaten pekalongan,” kata Wakil Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Udiyono saat di temui di kantornya (27/8)

Lanjut, Ketua K3S Kecamatan Bojong tersebut bahwa perjuangan PGRI tidak akan pernah berhenti untuk misi perjuangan,akan terus meminta kepada pemerintah untuk benar-benar guru sejahtera. Agenda kedepan setelah Kesra, akan dperjuangkan kembali para honorer untuk bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) sehingga bisa setara dengan para guru ASN. Bahwa Jumlah tenaga guru pendidikan ASN atau PNS saat ini ada sebanyak 5900 guru yang ada di lingkungan dinas pendidikan kabupaten Pekalongan.

“Bahwa mulai tahun 2023 akan terjadi gelombang pensiun besar-besaran di lingkungan dinas pendidika kab pekalongan,maka dari itu upaya untuk menambah pengangkatan honorer menajdo ASN atau PPPK pemerintah terus kita dorong melalui kumpulan para guru atau PGRI,” jelas Kepala Sekolah SD Negeri 1 Jajar Wayang Kecamatan Bojong tersebut.

Kepala SDN 1 jajar wayang tersebut menambahkan bahwa PGRI kabupaten Pekalongan saat ini akan pengembangkan sayapnya melalui Bidang Sosial Kemanusiaan akan membentuk Satgas PGRI yang tugasnya membantu kemanusiaan yang nantinya akan bersinergi dengan lembaga pemerintah yang saat ini sudah ada seperti BPBD.

“PGRI kabupaten Pekalongan akan membentuk satgas kemanusiaan seperti yang ada di BPBD,nantinya tugasnya akan di perbantukan untuk kegiatan yang sifatnya kemanusiaan.Akan merekrut para guru yang masih produktif,” tandasnya.(Sofi)

 

 393 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *