SMAN 2 Pekanbaru Utamakan Proses Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

PEKANBARU, JAPOS.CO – Penyesuaian kebijakan pendidikan serta menyediakan inisiatif dan solusi pada masa pandemi Covid-19 saat ini telah dilakukan oleh Kemendikbud, salah satunya adalah relaksasi dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS), di mana satuan pendidikan diberi kewenangan untuk mengalokasikan dana BOS untuk penyediaan pulsa kuota internet bagi guru dan siswa.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, pemerintah memberikan subsidi kuota internet bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebesar Rp 9 triliun. Hal ini disampaikan Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8) dan hal ini dilakukan dalam upaya Pemerintah untuk menjawab kecemasan masyarakat selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saat ini.

Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Pekanbaru, Kasim  mengatakan pendidikan tetap harus dilaksanakan dan tetap harus berjalan, tetapi dengan situasi saat ini  mau tak mau dilaksanakan secara online atau daring.

“Walaupun ada yang belum punya persiapan, tetapi harus kita lakukan. Dengan memanfaatkan IT dengan belajar melalui rumah-rumah belajar yang ada di aplikasi . Walaupun belajar seperti itu tidak efektif, namun kita harus tetap jalankan. Sampai sekarang ini, walaupun New Normal masih juga Pemerintah belum menganjurkan untuk belajar tatap muka di sekolah,” jelasnya.

“Bagi daerah-daerah yang sudah zona kuning dan hijau mungkin memang ada yang sudah belajar tatap muka, tapi untuk Riau sendiri sepertinya belum ada, karena sekolah harus lebih mementingkan keselamatan siswanya,” lanjutnya.

Menurut Kasim, untuk SMAN 2 sendiri, pihak sekolah telah mendistribusikan bantuan paket data untuk siswa yang kurang mampu dan juga para guru. Akan tetapi ada satu dua siswa yang datang ke sekolah untuk belajar karena mereka tidak memiliki Android,” terangnya.

“Ada beberapa wali kelas melakukan kunjungan ke rumah siswa yang kurang mengerti pelajarannya ataupun kesulitan untuk mengerjakan tugas,”ujar Kasim.

“Dengan sinergitas semua pihak yang ada di sekolah SMAN 2 dan kerja keras untuk membimbing siswa/I dalam belajar online maka semua program akan berjalan dengan baik, semoga virus covid 19 segera berlalu siswa bisa belajar tatap muka,” pungkas Kasim. (AH)

 

 193 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *