Jokowi Watch: Kebakaran Gedung Kejagung Diduga Terkait 6 Paket Proyek Kakap

PT MWM yang tutup sejak 8 bulan yang lalu. Kantor tersebut dipakai hanya pada saat adanya proyek penunjukan

JAKARTA, JAPOS.CO – Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Sitorus meminta publik tidak melulu mengkaitkan peristiwa kebakaran Gedung Kejaksaan Agung dengan kasus Djoko Tjandra yang ikut menyeret Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Hal itu dikatakan Tigor saat menjawab pertanyaan wartawan soal ruangan Jaksa Pinangki yang ikut terbakar yang diduga disengaja untuk menghilangkan berkas perkara.

“Ada kemungkinan kebakaran Kejagung terkait penunjukan langsung dalam pengadaan barang intelejen. Kejagung pada 2019 melakukan penunjukan langsung 6 paket proyek kakap,” kata Tigor melalui keterangan tertulis, Rabu (26/8).

Menurut Tigor, penunjukan langsung di Kejagung itu memang mempunyai dasar hukum. Tetapi perlu diingat juga kompetensi perusahaan yang ditunjuk mestinya bebas dari kepentingan-kepentingan kelompok tertentu.

“‘Keenam paket tersebut kami duga dikuasai oleh satu orang yang terafiliasi ke parpol pendukung pemerintah. Sementara teknis lapangannya juga demikian. Seluruh perusahaan yang ditunjuk  saling berhubungan dan diduga hanya sebagai pinjam bendera. Bahkan dua perusahaan beralamat fiktif,” ungkap Tigor.

Tigor mengaku sudah sejak 15 Desember 2019 lalu berkirim surat ke Kejagung dengan menyertai bukti-bukti dugaan kecurangan pelaksanaan pengadaan barang senilai Rp 880 miliar.

“Sayangnya, sampai Gedung Kejagung ludes terbakar, kami tak memperoleh jawaban apapun,” ujar Tigor.

Tigor merinci dalam proses penunjukan langsung harus memenuhi beberapa kriteria. Misalnya perusahan bonafid,  domisili kantor tunggal, dua pembanding barang harus equivalen dengan barang yang disepakati dari segi kualitas dan harga untuk menghindari mark up dan under speck serta PPK harus objekjif dalam menetapkan harga.

Dari dokumen resmi yang Jokowi Watch peroleh, enam paket penunjukan langsung di Kejagung masing-masing pengadaan peralatan dan sistem majemen informasi DPO dengan nilai pagu Rp 49.366.700.000. PT PIP dipercaya melaksanakan proyek tersebut.

Berikutnya pengadaan perangkat operasi intelijen dengan nilai pagu Rp 73.883.698.000. PT NI ditunjuk melaksanakan proyek.

Selanjutnya pengadaan perangkat analisis digital cyber dan persandian dengan nilai pagu Rp 106.837.690.000. Perusahaan yang ditunjuk PT DF.

Adapula pengadaan system monitoring dan analisis cyber dengan nilai pagu Rp 107.837.690.000. Perusahaan yang ditunjuk PT IG.

“Selanjutnya pengadaan peralatan pengoptimalan kemampuan monitoring center dipercayakan kepada PT NS serta pengadaan peralatan counter surveillance tahap III nilai pagu Rp 379.782.040.000 kepada PT MWM,” ungkap Tigor.

Kata Tigor, dari hasil investigasinya, hampir semua perusahaan yang ditunjuk tidak berkompeten melaksanakan pengadaan barang.

“Contohnya kantor PT MWM yang tutup sejak 8 bulan yang lalu. Kantor tersebut dipakai hanya pada saat adanya proyek penunjukan,” ucap Tigor.

Di sisi lain, Tigor menyakini ada kelompok yang hendak menggiring Jaksa Agung ST Burhanudin ke pusaran opini negatif.

“Ada kemungkinan terkait isu reshuffle. Tapi saya yakin penyidik kepolisian pasti bekerja secara profesional dan akan mengungkap penyebab kebakaran,” pungkas Tigor.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono juga meminta publik untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kebakaran yang melahap nyaris seluruh bangunan di gedung utama. Ia percaya kepolisian bakal mengusut tuntas penyebab kebakaran.

“Kami mohon tidak membuat spekulasi dan asumsi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Artinya mari kita sabar menunggu hasil (penyelidikan) pihak kepolisian,” ucap Hari.

Untuk diketahui Kejaksaan Agung sedang menangani sejumlah dugaan korupsi kelas kakap di Indonesia. Di antaranya perkara pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya.

Selain itu, Korps Adhyaksa juga tengah mengerjakan perkara Djoko Tjandra yang juga menyeret nama Jaksa Pinangki Sirna Malasari kasus dugaan suap. (RED)

 683 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *