LSM Pekan 21 Resmi Laporkan Dugaan Pekerjaan Talud Fiktif DD Purnakarya ke Kajari Maros

MAROS, JAPOS.CO – Lembaga Swadaya Masyarakat Pekan 21 resmi laporkan dugaan penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2019 untuk Pekerjaan Talud Fiktif Desa Purnakarya Kecamatan Tranralili Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan,Senin (24/08/20).

Sekjend Pekan 21, Amir Kadir telah melaporkan dugaan penggunaan Dana Desa fiktif di Dusun Benteng Desa Purnakarya Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.

Dugaan penggunaan Dana Desa untuk Pembagunan Talud,Bahu Jalan dan Rabat Beton Tahun Anggaran 2019,total Anggaran Rp.355.500.000.

Dugaan kuat dari salah satu item perkerjaan tersebut Fiktif yaitu pekerjaan taludnya, konon perkerjaan talud tersebut sudah ada  terpasang tahun sebelumnya dan tahun 2019 dianggarkan lagi bersamaan dengan Pekerjaan Bahu Jalan dan Rabat Beton,Ujar Amir Kadir.

Dari hasil invetivigasi di lapangan LSM Pekan 21 dan Aliansi Pena Merah, menduga pekerjaan Rabat Bbeton ketebalannya dikurangi, di RAB 15 cm namun setelah diukur berpariasi ketebalannya,ada yang 13cm dan 9 cm.

“Kuat dugaan pekerjaan Rabat Betonnya di MarkUp Volumenya dan Item pekerjaan Talud diduga Fiktif”

Menurut Amir Kadir, pekerjaan rabat beton dan item pekerjaan taludnya diduga dimarkUp dan fiktif.”Pekerjaan rabat beton setelah diadakan pengukuran hasilnya berpariasi, bagian pinggir beton ada yang ketebalan 13 cm dan bagian tengah beton ketebalannya 9 cm ini menandakan pekerjaan betonnya DimarkUp,” ujarnya.

Dan bagian Item pekerjaan lainnya, kata Amir seperti Talud itu sudah ada di tahun sebelumnya 2018 namun kenapa dianggarkan lagi dan dirinya menduga pekerjaan taludnya fiktif.

“Sementara Angaran Rabat Beton yang tertera di RAB Rp.173.842.000 dan untuk Taludnya Rp.123.368.000.kedua Item pekerjaan ini sangat kuat dugaan yang dimanipulasi oleh Kepala Desa Purnakarya Tajuddin,” terang Amir Kadir.

Bukan hanya pekerjaan yang dimanipulasi oleh Kepala Desa Purnakarya Tajuddin, kuat dugaan tukang yang menerima ongkos kerja juga di manipulasi, seperti, Kmd, Iw dan Mtf mereka dimasukkan daftar penerima ongkos kerja tukang padahal mereka tak pernah menerima sesuai yang tertera dalam berita acara pembayaran gaji tukang.

“Hal inilah yang membuat kami turun langsung kelapangan untuk menginfestivigasi,ternyata benar apa adanya,” tutup Amir Kadir.

Saya berharap penegak Hukum Wilayah Maros terkhusus Kajarari Maros agar apa yang menjadi laporan kami selama ini agar diproses jangan ada yang di PetiEskan. Jika tidak diproses maka saya akan adukan Kajari Maros ke Komisi Pengawas Jaksa (Komjak)tegas Amir.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Aliansi Pena Merah Iskandar Gondrong, oknum Kepala Desa Purnakarya dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dimata Hukum jika memang demikian.(Kim)

 

 1,472 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *