Setelah Viral, Ini Alasan Bansos Beras Bergambar Bupati Martin

KETAPANG, JAPOS.CO – Beras bantuan sosial (bansos) bergambar Bupati Ketapang, Martin Rantan dan Sekretaris Daerah H.Farhan yang dibagikan Rabu pekan lalu (19/8) di Kantor Camat Delta Pawan terus menjadi perbincangan warga.

Publik beranggapan, pembagian bansos bergambar Martin-Farhan sangatlah tidak pantas dan wajar dan ditenggarai ada upaya politisasi oleh Martin sebagai incumbent guna memuluskan jalanya bertahan di kursi G satu Ketapang bersama Farhan.

Apalagi dilakukan ditengah situasi mendekati pilkada serentak dimana, ia (Martin Rantan) akan maju kembali. Selain itu, dicium aroma potensi penyimpangan penggunaan anggaran negara menyangkut pembuatan gambar (stiker) diberas bansos 10 kilo itu.

“Kami mempertanyakan beras bantuan itu apakah ade aturannye harus diberi stiker” kata Isa Anshari, Ketua FPRK, Rabu (19/8) siang.

Merespon itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang melalui Kepala dinas Sosial, Akia, SE mengatakan kemasan karung bergambar itu bukanlah politisasi.

Bahkan dinas sosial juga tidak mengetahui jika Martin Rantan akan maju kembali berpasangan dengan Farhan pada Pilkada serentak Desember tahun ini.

“Sebab, kegiatan ini sedianya dilakukan pada bulan April tetapi terkendala proses pencairan anggaran hingga dilakukan Agustus ini. Karena kalo mendahului, kami tidak mampu” kata Akia, Jumat (21/8) pagi.

“Ini adalah bentuk kepedulian pada warga dengan mencantumkan identitas Pemkab” ucap Akia.

Dirincikan dia, bantuan corona ini akan disalurkan ke 20 kecamatan se-kabupaten Ketapang. Terbagi menjadi 253 desa untuk warga yang belum tercover dalam bansos pusat seperti PKH, BPNT, BST, KIS atau KIP atau BLT-DD.

“Per Kepala Keluarga (KK) atau kelompok dapat 10 kilo. Totalnya 32.681 KK, kemudian kelompok penyandang cacat 519 orang, kelompok orang terpapar covid 92 orang dan mahasiswa yang tidak pulang 707 orang” jelas Akia.

Gambar di kemasan itu ditangkis Akia, tak hanya menampilkan Bupati Martin, tetapi ada juga gambar wakilnya, sekda dan dirinya.

Dengan kata lain, sebagai dinas tekhnis, pembuatan gambar itu adalah murni inisiatif dirinya guna menunjukkan kepedulian pada warga yang diminta pada Bulog untuk membuat demikian.

“Hanya desainnya kami yang buat, Bulog tinggal jalankan saja” ucap dia.

Akia mengakui tidak membuat anggaran untuk stiker tetapi komponen stiker itu sengaja dilebihkan melalui harga satuan beras ditambah dengan ongkos kirim ke hingga sampai ke-tangan warga.

“Harga beras itu sebesar 12.500 perkilo sudah inklude dengan komponen pengiriman ke warga dan harga stiker” tuntas Akia.

Dihimpun dari berbagai informasi, bansos beras bergambar petinggi daerah ini bersumber dari dana APBD Kabupaten tahun 2020 sebesar 46 milyar lebih dalam pos Belanja Jaringan Pengaman Sosial atau pos BTT.

Sementara, total anggaran yang dipersiapkan Pemkab Ketapang untuk penanganan covid atau refokusing dan realokasi setidaknya mencapai Rp. 105.763.412.446 Rupiah.(Dins/Tris).

 

 1,895 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *