Amir Kadir: Pekerjaan Rabat Beton Desa Purnakarya Diduga di MarkUp dan Item pekerjaan Talud Diduga Fiktif

MAROS, JAPOS.CO –  Jokowi minta masyarakat aktif dalam mengawasi penggunaan Dana Desa agar tidak dikorupsi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat turut berpartisipasi dalam mengawasi penggunaan Dana Desa. Keterlibatan diperlukan agar penggunaan Dana Desa lebih transparan dan akuntabel.

Selain itu, Presiden menyampaikan dalam rapat terbatas mengenai penyaluran Dana Desa 2020,tahun lalu. Kebetulan, permintaan ini diucapkan usai heboh isu Desa fiktif yang menerima aliran Dana Desa tahun lalu.

“Saya minta penggunaan Dana Desa betul-betul didampingi manajemen lapangannya, sehingga tata kelola dana desa semakin baik, akuntabel, dan transparan, serta ada pelibatan partisipasi warga desa dalam pengawasan dana desa,” ujar Jokowi

Bagaimana jika penggunaan dana desa fiktif?
Ini harus menjadi kewenagan penegak hukum untuk menuntaskan masalah ini.

Seperti halnya, kali ini aduan tersebut datang dari warga Desa Purnakarya Kecamatan Tranralili Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan.

Mereka memngadukan dugaan penggunaan dana desa fiktif di Dusun Benteng Desa Purnakarya Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.

Dugaan penggunaan Dana Desa untuk Pembagunan Talud,Bahu Jalan dan Rabat Beton Tahun Anggaran 2019,total Anggaran Rp.355.500.000.

Ternyata dari salah satu item perkerjaan tersebut diduga Fiktif yaitu pekerjaan taludnya, konon perkerjaan talud tersebut sudah ada memang terpasang dan tahun 2019 dianggarkan lagi bersamaan dengan Pekerjaan Bahu Jalan dan Rabat Beton,Ujar salah satu warga yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Dari hasil invetivigasi di lapangan LSM PEKAN21 dan Aliansi Pena Merah, menduga pekerjaan Rabat Bbeton ketebalannya dikurangi, di RAB 15 cm namun setelah diukur berpariasi ketebalannya,ada yang 13cm dan 9 cm.

“Kuat dugaan pekerjaan Rabat Betonnya di MarkUp dan Item pekerjaan Talud diduga Fiktif”

Menurut Amir Kadir, pekerjaan rabat beton dan item pekerjaan taludnya diduga dimarkUp dan fiktif.”Pekerjaan rabat beton setelah diadakan pengukuran hasilnya berpariasi, bagian pinggir beton ada yang ketebalan 13 cm dan bagian tengah beton ketebalannya 9 cm ini menandakan pekerjaan betonnya DimarkUp,” ujarnya.

Dan bagian Item pekerjaan lainnya, kata Amir seperti Talud itu sudah ada, namun kenapa dianggarkan lagi dan dirinya menduga pekerjaan taludnya fiktif.

“Sementara Angaran Rabat Beton yang tertera di RAB Rp.173.842.000 dan untuk Taludnya Rp.123.368.000.kedua Item pekerjaan ini sangat Kuat dugaan yang dimanipulasi Oleh Kepala Desa Purnakarya Tajuddin,” terang Amir Kadir.

Bukan hanya pekerjaan yang dimanipulasi oleh Kepala Desa Purnakarya Tajuddin, kuat dugaan tukang yang menerima ongkos kerja juga di manipulasi, seperti, Kmd, Iw dan Mtf mereka dimasukkan daftar penerima ongkos kerja tukang padahal mereka tak pernah menerima sesuai yang tertera dalam Berita Acara pembayaran gaji tukang.

“Hal inilah yang membuat kami turun langsung kelapangan untuk menginfestivigasi,ternyata benar apa adanya,” tutup Amir Kadir.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Aliansi Pena Merah Iskandar Gondrong, oknum Kepala Desa Purnakarya
dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dimata Hukum jika memang demikian.(kim)

 674 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *