Terpapar Covid-19, 1 Pasien Isolasi di Rumah Sakit dan 2 Orang Meningal Dunia di INHU

INHU RIAU, JAPOS.CO – Berdasarkan siaran pers Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kabupaten lndragiri Hulu (Inhu), Kamis (13/8) diketahui bahwa 1 (orang) masih di isolasi di RS (Rumah Sakit) dan 2 (orang) meninggal dunia.

Juru bicara Covid-19 Kabupaten lnhu Jawalter S M Pd menyampaikan bahwa berdasarkan update data terakhir yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Diskes) Inhu tanggal 12 Agustus 2020, terdapat total suspek sebanyak 81 orang dengan rincian isolasi mandiri 76 orang, isolasi di RS 1 orang, selesai isolasi 2 orang, dan meninggal 2 orang.

“Sementara itu, total kasus konfirmasi hingga saat ini berjumlah 4 orang dengan rincian yaitu isolasi mandiri nihil, Rawat di RS nihil, sembuh 4 orang, dan meninggal nihil,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, seperti yang kita ketahui bersama bahwa sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), saat ini telah digunakan istilah baru dalam kasus COVID-19.

Istilah tersebut yakni kasus suspek dan kasus konfirmasi yang mana istilah yang digunakan pada pedoman sebelum nya adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) jelas nya .

Pertama – yang dimaksud dengan kasus suspek adalah seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut ; Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Negara /wilayah Indonesia yang melaporkan tranmisi lokal ISPA yaitu Demam ( besar dari 38 derajat Celcius) atau riwayat demam dan disertai salah satu gejala/tanpa penyakit pernapasan seperti batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan /pilek/pneomonia ringan hingga berat .

Selanjutnya orang dengan salah satu gejala/tanpa ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memilikii riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probably Covid 19.

Berikutnya orang dengan ISPA berat/pneumonia yg berat membutuhkan perawatan di Rumah sakit dan tidak ada penyebab lain, berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Kedua- kasus konfirmasi adalah seseorang yang di ingatkan positive terinfeksi Virus COVID 19 yang dibuktikan dengan pemeriksan Laboratorium RT-PCR.Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2 yaitu kasus konfirmsi dengan gejala (Sintonatik) dan kasus konfirmasi tanpa gejala (Asintonatik).

“Mari bersama-sama mengurangi resiko penularan dengan sering cuci tangan pakai sabun dari air yang mengalir, tutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin, menggunakn masker tidak menyentuh wajah,mata,hidung dan mulut serta menjaga jarak fisik, tidak keluar rumah dan tidak berkumpul, belajar dan bekerja dari rumah, beribadah dirumah sert ikuti anjuran Pemerintah,” ujarnya.(Jhs)

 108 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *