Sidang Perdana Kasus PT Jaffpa Comfeed Indonesia di PN Makasar

MAKASAR, JAPOS.CO – Kasus yang diproses oleh kepolisian pada 2017 itu bermula dari laporan Muhammad Basir, ahli waris tanah seluas 6,2 hektare di Kampung Bontomanai. Basir menggugat PT Jafpa Comfeed Indonesia, perusahan pakan ternak yang menguasai lahan tanpa sepengetahuannya.

Dalam perkembangan kasus itu ditemukan bukti bahwa lahan milik Basir dijual oleh (Alm) Hendro Satrio kepada Panca Trisna, diduga dengan pemalsuan sertifikat. Bahkan, Panca pun kembali menjualnya kepada PT Jafpa Comfeed Indonesia.

Akhirnya perjuangan panjang, Ahli waris Raya Dg Kanan, Muh Basir melawan Panca Krisna yang memakan waktu cukup lama sampai juga di meja hijau. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Makasar dengan agenda pembacaan dakwaan, Rabu ( 12/8).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulawesi Selatan mendakwa Panca Krisna dengan pasal berlapis, diantaranya, pasal 266 KUHP, Pasal 263 KUHP Pasal 385 KUHP dan Pasal 480 KUHP

Sementara Ketua Majelis, yang juga wakil ketua PN Makassar, Ibrahim Palino SH setelah mendengar dakwaan Tim JPU menunda persidangan untuk dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Di tempat terpisah, Kuasa Hukum PT Jafpa, Toto SH merasa heran, kenapa perkara ini sampai dipersidangan. Padahal menurut Toto, transaksi jual beli antara, Alm Hendro ke Panca lalu ke PT Jafpa sudah sesuai prosedur.

“Ada Akta Jual beli melalui Notaris, perkara perdata sampai dengan PT TUN semua berpihak ke Panca, kalaupun Panca di duga melakukan pemalsuan,” tegas Toto.

Apanya yang di palsukan, transaksinya, sudah sesuai prosedur Hukum, Toto SH menduga kalau perkara ini dipaksakan, sudah lama sekali di pihak penyidik kenapa baru sekarang di sidang. “Ada orang kuat di belakang Basir,” beber Toto SH.

Sementara, koordinator Investigasi LP3N, RH Idris mendukung langkah aparat penegak hukum menggelar sidang sengketa tanah antara H Muh Basir melawan bos PT SAUT Panca Krisna.

“Di gelarnya sidang tersebut untuk memberi kepastian hukum bagi kedua terdakwa, tunggu saja bagaimana putusan Majelis Hakim, apakah kedua terdakwa tersebut, Panca Krisna dan Sudarni terbukti bersalah atau tidak, “pungkas RH Idris. (IBJ/HK)

 

 225 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *