Otsus Jilid 2, Willem Frans: Berharap Semua Pihak Mampu Menahan Keinginannya

JAKARTA, JAPOS.CO – Sebelumnya sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Tolak Otsus Jilid 2 melakukan aksi di depan Istana Negara.

Menanggapi hal tersebut, Willem Frans Ansanay, Ketua Bamus Papua-Papua Barat berharap semua pihak mampu menahan keinginannya.

“Ini bukan hal yang mudah diputuskan, karena kita berbicara untuk kepentingan orang banyak, Orang Asli Papua (OAP) atau warga Papua, jadi jangan tergesa-gesa,” ucap Frans melalui siaran pers, Selasa (11/8/20).

Dengan adanya Otsus, menurut Frans warga Papua juga diberi kebebasan. Seperti diketahui bahwa Otsus itu adalah kewenangan khusus yang diakui dan diberikan kepada Provinsi Papua, termasuk provinsi-provinsi hasil pemekaran Provinsi Papua, untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi dan hak-hak dasar masyarakat Papua.

“Saat ini saya lebih setuju untuk menganalisa penerapan Otsus itu sendiri, baru setelah itu memutuskan akan mendukung atau tidak,” terangnya.

Frans berpendapat bahwa pini yang dibangun kelompok tertentu adalah kalau otsus gagal dan ditolak maka Papua Merdeka. “Pandangan yang keliru,” tegasnya.

Menurutnya, kalau UU otsus dibatalkan maka Majelis Rakyat Papua juga bubar DPRP jadi DPRD TK I.

“Dana afirmasi ditarik maka pelajar dan mahasiswa tidak bisa lanjutkan pendidikan,” terangnya.

Lanjutnya, yang harus dipertimbangkan jika Otsus gagal, maka Gubernur dan Wakil Gubernur Papua tidak harus OAP. Lalu para Bupati dan Walikota tidak harus OAP.

“Kursi Otsus di parlemen Papua dan Papua Barat juga harus dihapus,” tegasnya.

Terkait adanya pro dan kontra, Frans menilai hal tersebut merupakan kewajaran dalam berdemokrasi.

“Hari ini banyak yang aksi menolak, tapi kan di Papua sana banyak juga masyarakat yang mendukung, dan semua itu harus dipertimbangkan,” tutupnya.(Red)

 243 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *