Tambang Timah Ilegal Damjebol Lampur Beroperasi di Pinggir Jalan Umum

BANGKA TENGAH, JAPOS.CO – Puluhan pront tambang timah ilegal Damjebol Lampur didapati sedang beroperasi dipinggir jalan umum tepatnya diruas jalan Desa Lampur menuju arah Desa Munggu Kabupaten Bangka Tengah.Selain beroperasi di pinggir jalan umum,didapati juga sekitar belasan Pront tambang timah ilegal lainnya beroperasi dekat dengan jembatan.

“Temui (R/Inisial Red) karena R lah yang urus semua dan R berpesan kalau ada apa-apa silahkan menenmuinya,” kata salah satu warga saat ditemui dilokasi tambang timah ilegal Damjebol Lampur,Kamis (6/8).

Selanjutnya,berdasarkan informasi yang didapat dari penambang mengungkapkan hasil timah dari  penambangan timah ilegal Damjebol Lampur ditampung atau dibeli oleh R dengan harga Rp 50 ribu perkilo bahkan R juga yang mengintruksi para penambang untuk stop berkerja atau tetap lanjut bekerja.

“Sudah satu bulan nambang disini.Hasil timahnya R yang beli perkilo Rp 50 ribu lumayan untuk kebutuhan hidup sehari-hari kalau ditanya tadi, takut tidak nambang timah dipinggir jalan ya takut lah cuma kami penambang ini ikut instruksi R lah kalau R bilang stop kami stop kalau R bilang kerja kami kerja,” terang penambang.

Sementara itu,R tak menampik jika dirinya membeli hasil dari penambangan timah Ilegal Damjebol Lampur.R juga mengakui profesinya sebagai koletor timah sudah berlangsung sejak lama. Yang lebih mencengangkan lagi,R dengan blak blakan menyampaikan timah ilegal yang dibelinya dari para penambang Damjebol ditampung atau dibeli oleh salah satu smelter ternama RBT.

“Para penambang itu warga asli sini.Mereka menjual hasil timahnya ke saya dan saya selanjutnya ke Smelter RBT.Terus terang kalau bekerja seperti ini ( Kolektor Timah/Red ) saya sudah lama jauh sebelum ada tambang Damjebol sekarang ini,” ucap R saat ditemui dikediamannya di Desa Lampur.

Kurang lebih setengah ton perharinya hasil dari timah Damjebol yang dibelinya ,sambung R,perminggu nya R dapat mendapat empat hingga lima ton timah yang disimpannya disebuah gudang berukuran tidak besar tepatnya diarea belakang kediamannya.

“Perhari ya setengah ton lah, perminggu empat hingga lima ton. Smelter RBT ngambil kerumah satu minggu sekali setiap hari jumat,” kata R.(Oby)

 

 3,572 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *