Peduli Tenaga Honorer, Bupati Safrial dan Forum FHT, GTKHNK Surati Presiden RI

KUALATUNGKAL, JAPOS.CO – Pengurus Forum Honorer Kabupaten Tanjab Barat (FHT) dan Forum Guru Honorer Non Kategori Usia 35 tahun (GTKHNK 35+) menyambangi Bupati Safrial di rumah dinas kediamannya untuk menyampaikan nasib para Forum tersebut, maksud dan tujuannya setelah para Forum sudah mengantongi surat dukungan dari Ketua DPRD Tanjab Barat, mereka juga meminta dukungan dari Bupati Tanjab Barat Dr. Ir. H. Safrial MS, Selasa (04/08). Tujuan dari FHT dan GTKNHK itu adalah meminta kata Garuda Emas, yakni berupa surat dukungan dari Bupati Safrial terkait nasib para Forum tersebut.

Bupati Safrial mengatakan, apresiasi atas seluruh tenaga honorer, saya tau kalau peran dan tugas tenaga honorer baik guru, tenaga teknis dan kesehatan ditengah masa Pademi sekarang sangatlah berat, mulai dari tenaga guru yang harus mengajar melalui online (daring) ditengah keterbatasan sinyal internet dan fasilitas pendukung yang kurang memadai, sedangkan faktanya tenaga teknis dan kesehatan saling bekerjasama membantu pemeritah dalam hal menegakan protokoler kesehatan diera new normal pada saat ini.

“Jadi ini adalah harapan dan impian kita semua bagaimana pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan nasib masa depan tenaga honorer.” ucap Bupati Safrial.

Ketua Forum FHT, Hendra Novariadi S.Kom menyampaikan, aspirasi dari seluruh tenaga honorer Tanjab Barat sesuai hasil Musyawarah Besar (MUBES) FHT yang di laksanakan pada tanggal 21 Januari 2019 yang lalu, namun saat ini kami mengingatkan Bupati agar nasib kami ini dapat diperjuangkan kembali.

Di hadapan Bupati, Hendra Novariadi melaporkan, bahwa Forum Guru Honorer Non Kategori Usia 35 tahun (GTKHNK 35+) Tanjab Barat sudah terbentuk pada tanggal 10 Juli 2020 dalam musyawarah yang dihadiri oleh guru honorer tiap kecamatan, hal hasil terpilih secara aklamasi Adi Saputra Hasibuan, S. H.I sebagai ketua GTKHNK 35+ Tanjab Barat.

“Saat ini telah terbentuk kepengurusan GTKHNK 35+ di 8 Kabupaten/Kota yang ada di provinsi Jambi diantaranya, Kabupaten Tanjab Barat, Kota Jambi, Muaro Jambi, Batanghari, Bungo, Tebo, Kerinci dan Kota Sungai Penuh, sedangkan untuk 3 Kabupaten masih dalam proses yaitu Kabupaten Tanjab Timur, Merangin, dan Sarolangun, untuk Kabupaten Tanjab Barat sendiri sudah diakukan pendataan secara online sejak tanggal 8 hingga 25 Juli 2020, database nya nanti akan dikirim kepada Presiden RI secara kolektif Se-Provinsi Jambi dengan disertai surat dukungan / rekomendasi dari Kepala Daerah masing-masing.” sebutnya.

“Surat ini sangat berharga sekali bagi kami, dan surat ini segera kami teruskan kepada Bapak Presiden RI, Ketua DPR RI dan DPD RI, serta Menteri / Badan terkait.” tutur Hendra, Ketua FHT mewakili seluruh rombongan yang hadir.

Usai dialog, Bupati Safrial memberikan 2 (dua) lembar surat dukungan yang ditujukan kepada Presiden RI. Surat pertama untuk Guru Honorer Non Kategori Usia 35 tahun yang isinya mendukung hasil RAKORNAS GTKHNK 35+ di Jakarta 20 Februari 2020 yang lalu. Sedangkan surat dukungan yang kedua untuk honorer tenaga teknis dan kesehatan yang isinya agar Pemerintah Pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan KemenPAN-RB melakukan pendataan kembali Tenaga Honorer Non Kategori yang masih aktif dan sudah lama mengabdi minimal masa kerja 5 tahun untuk masuk dalam Database. Dan Pemerintah Pusat dapat melaksanakan kembali rekrutmen PPPK tahap kedua dengan mengakomodir formasi untuk tenaga teknis, baik FHT maupun GTKHNK 35+. (Tenk)

 

 313 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *