SPBU 33 Kembangsore Perlu Pengawasan Kepolisian Dan Pertamina Pusat

PASURUAN, JAPOS.CO – Setelah di tulis di media beberapa waktu lalu tentang adanya dugaan penyalah gunaan BBM Jenis premiun dan solar Bersubsidi, SPBU 33 Kembangsore Purwosari, kembali diduga melanjutkan aksinya.

Menurut narasumber yang namanya minta dirahasiakan, Kamis 23/7/20 00.00WIB, SPBU tersebut ramai aktifitas pengambilan BBM jenis solar dan premium dengan pengambilan partai besar. Ada sekitar 8 antrian yang pagi itu antri ngangsu(angkut) BBM dengan kondisi lampu SPBU dimatikan seperti tidak ada aktifitas jika dilihat dari luar.

Awak media jaya pos yang mendapat informasi langsung whatsapp kanit reskrim Polsek Purwosari guna memberi info,akan tetapi karena tengah malam bahkan sudah menginjak pagi kemungkinan kanit reskrim sedang beristirahat.

Bahkan beberapa waktu lalu muncul informasi pihak SPBU sudah dipanggil pertamina, akan tetapi anehnya seperti tidak ada tindakan apapun. Awak media juga mendapat informasi setelah ditulis media, pihak SPBU mengeluarkan dana sekitar 50jt tapi entah kesiapa dana itu diberikan.

Erwin, pengawas 1 yang dikonfirmasi melalui pesan whatsap menjawab pertanyaan dengan pertanyaan balik pada awak media, kuisioner apalagi ini, balas Erwin.

Kapolres Kabupaten Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH, ketika dikonfirmasi terkait hal ini menyarankan agar awak media langsung ke yang membidangi saja karena sedang ada giat dengan Kapolda Jatim.

Sedangkan Kasat Reskrim yang di hubungi lewat ponselnya masih belum mengangkat tlp,akirnya awak media konfirmasi ke kanit reskrim Polsek Purwosari, Bripka Bambang Purwanto mengatakan akan selalu berkordinasi dengan pihak Polres.

“Tetap akan kami koordinasi deng Polres mas, tapi saya masih ada giat saat ini.” ungkap kanit reskrim lewat pesan whatsapp, Kamis (23/7/20).

Sayangnya dari pihak pemilik SPBU 33 Kembangsore ( Yohanes) masih belum memberikan balasan pertanyaan awak media lewat Wa.

Menanggapi hal ini,salah satu anggota LSM Wadah Aspirasi Rakyat(WAR), Zainal Abidin St mengatakan, harus ada tindakan tegas dari pihak kepolisian dan pertamina.” Harusnya ada tindakan dan bukan hanya wacana saja mas, minggu depan kita kirim surat saja . Harusnya BBM bersubsidi dijual kemasyarakat langsung,bukan di beli tengkulak besar dan dijual melebihi harga seharusnya. Perlu pengawasan kepolisian dan pertamina pusat.” ungkapnya.(Sp)

 

 306 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *