Hakim Vonis 18 Tahun Pemerkosa dan Pembunuh Anak Dibawah Umur, Conform dengan Tuntutan JPU

KAB BANDUNG, JAPOS.CO  – Majelis Hakim PN Bale Bandung Vonis 18 Tahun terdakwa pemerkosa dan pembunuh anak dibawah umur, vonis ini conform dengan tuntutan JPU Kejari Cimahi yang sebelumnya menuntut terdakwa 18 Tahun penjara, Kamis (23/7).

Menurut Majelis Hakim perbuatan terdakwa sangat kejam dan tidak beradab sehingga tidak ada hal – hal yang dapat meringankan terdakwa, selain divonis 18 Tahun penjara terdakwa juga dijatuhkan denda 1 Miliar Rupiah subsider 2 Bulan kurungan

Jaksa mengganjar terdakwa dengan dakwaan komulatif pasal 80 ayat (3) dan pasal 81 ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Kronologi kejadian perkara, awalnya terdakwa mengajak korban minum-minuman beralkohol bersama teman-teman nya, hingga korban sampai mabok dan kehilangan kesadaran, lalu terdakwa mengajak korban kesalah satu areal kebun di daerah Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi menggunakan sepeda motor terdakwa.

Sesampainya di lokasi terdakwa dan korban turun dari sepeda motor, dengan menggandeng korban yang dalam keadaan mabuk berat lalu berjalan kaki ke arah kebun, setelah sampai di kebun tersebut korban di dudukan di tanah oleh terdakwa lalu terdakwa membuka celana jeans korban sampai sebatas dibawah lutut, namun korban memberontak dan berteriak sehingga membuat terdakwa panik dan marah

Dan terdakwapun langsung memukul pipi sebalah kanan bagian atas sebanyak 1 (satu) kali dengan menggunakan tangan kanan yang mengenai pipi sebelah kiri korban hingga terjatuh, lalu terdakwa melihat ada bambu bekas lalu diambil dan menusukan bambu tersebut sebanyak 4 (empat) kali ke arah pipi sebelah kanan korban.

Setelah melihat korban dalam keadaan pingsan lalu terdakwa menciumi, meraba bagian sensitif korban dan selanjutnya terdakwa menyetubuhi korban, setelah terdakwa puas melampiaskan nafsunya lalu terdakwa menutupi tubuh korban dalam keadaan luka dan pingsan dengan menggunakan bambu, kemudian terdakwa meninggalkan korban dalam keadaan tidak sadarkan diri dilokasi kebun.

Beberapa jam kemudian korban di temukan warga yang sedang melintas di TKP dalam kondisi yang mengenaskan dan langsung membawanya kesalah satu Rumah Sakit di Kota Cimahi,  sempat dirawat selama 14 (empat belas) hari, namun nyawa korban tidak terselamatkan dan akhirnya meninggal dunia

Selesai vonis dibacakan, Majelis Hakim bertanya kepada terdakwa dan penasehat hukumnya dari Posbakum, apakah menerima atau menolak vonis tersebut, setelah berkordinasi dengan penasehat hukumnya akhirnya terdakwa menerima vonis 18 Tahun yang telah dibacakan Majelis Hakim

“Saya sangat puas dengan  vonis Hakim ini, karena inilah yang kami harapkan sebagai Jaksa Pengacara Negara yang mewakili korban, supaya memberikan rasa keadilan dan juga efek jera kepada terdakwa,” ungkap JPU Fajrian SH kepada Japos.co.

Dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Kajari Cimahi M.N.Ingratubun sangat mengapresiasi vonis 18 Tahun ini.”Perbuatan terdakwa tidak berpri kemanusiaan dan sangat sadis, seandainya saja UU memungkinkan pasal yang dikenakan kepada terdakwa bisa hukuman mati, saya akan terapkan pasal itu, ” tegasnya.(HendriH)

 

 368 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *