Pemkot Pekalongan Gencar Sosialisasi Bahaya Cukai Ilegal di Masyarakat

PEKALONGAN, JAPOS.CO – Maraknya peredaran barang kena cukai ilegal di wilayah Kota Pekalongan, membuat Setda Pekalongan melalui Bagian Hukum aktif melaksanakan sosialisasi Perundang-Undangan tentang cukai tahun 2020 di kelurahan-kelurahan di kota pekalongan.

“Melalui anggaran Dana Bagi Hasil cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2020, bagian hukum Setda Kota Pekalongan telah melaksanakan kegiatan sosialisasi perundang-udangan tentang cukai,hal tersebut dilakukan karena masih maraknya rokok yang beredar di masyarakat tidak bercukai di wilayah kota pekalongan, kata Rofieq, SH Kabag hukum Setda Kota Pekalonga, saat ditemui harian JAPOS.CO di kantornya. (20/7/20).

Lanjut Rofieq, bahwa sosialisasi tersebut di laksanakan di 5 kelurahan pada tanggal 4- 10 Maret 2020 di wilayah Pekalongan dan talk show di Radio local Kota Batik pada tanggal 2,6 dan 8 Juli 2020.dengan tema Gempur Rokok ilegal.

“Antusias masyarkat tinggi,untuk memahami cukai ilegal dan sanksi terhadap pelaku yang melakukan pelanggaran. Seperti pelaksanaan di Kelurahan Gamer Kecamatan Pekalongan Utara, Kelurahan Soko Duwet Kec Pekalongan Selatan,Kelurahan Panjang Wetan Kec Pekalongan Utara,Kelurahan Banyurip Kec Pekalongan Selatan dan kelurahan Kuripan Kertoharjo. Masyarakat sangat senang adanya sosialisasi terkait cukai sehingga dapat menambah wawasan untuk mengetahui rokok-rokok tanpa cukai yang tadinya tidak tau menjadi tau” jelas kabag hukum tersebut.

Rofik juga menjelaskan, sosialisasi itu denga tema “Gempur Rokok Ilegal” Mengundang beberapa narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya dari Bea Cukai, Kejaksaan,Kepolisian,dan Satpol PP. Di forum tersebut juga di jelaskan pula cara mengidentifikasi pita cukai yang legal di perbandingkan dengan yang ilegal.

Menurut kasi penyuluhan layanan informasi dan pengawasan bea cukai Tegal, Bambang Kristiawan dalam paparannya menjelaskan tentang Barang Kena Cukai berupa Hasil Tembakau, MMEA, Etil Alkohol, dan tindak pidana di bidang cukai, serta pemandu identifikasi keaslian pita cukai.

Pada saat mengidentifikasi keaslian pita cukai, para tamu undangan diberikan contoh pita cukai berbagai golongan, serta alat berupa sinar UV. Cara Identifikasi keaslian pita cukai dapat dilakukan dengan mudah bisa di lihat dengan kasat mata melalui kaca pembesar, scanning holoreader atau menggunakan sinar UV, jelas Kasi pengawasan bea cukai Pabean Tegal tersebut.

Kabag hukum juga menambahkan bahwa sosialisasi tersebut efektif untuk menekan peredaran cukai ilegal. Langkah ia dan jajarannya kedepan bisa mengundang banyak masyarakat supaya lebih meluas pengetahuan masyarakat soal bahaya cukai ilegal.

“Sosialisasi tersebut sangat efektif bisa menekan perdaran rokok ilegal yang berdar di wilayah Kota Pekalongan. Disini banyak di temukan rokok yg tanpa pita cukai, itu di temukan di wilayah pinggiran kota. Kegiatan seperti ini ada dampak positif dari segi pencegahan rokok ilegal masuk.” tandasnya. (Sofi)

 120 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *