3 Oknum BNN Jual Shabu 3.7 kg Divonis 14 Tahun Penjara

JAKARTA, JAPOS.CO – Dua terdakwa anggota Kepolisian RI, Abdul Muim dan Sumanto yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) Jl. MT. Haryono yang terlibat kepemilikan atau peredaran Narkotika Shabu sebanyak 3.780 gram dijatuhi hukuman selama 14 tahun penjara.

Bukan hanya hukuman saja, kedua terdakwa juga di kenakan denda masing masing 1 milliar rupiah, apabila denda tidak dibayar maka hukumannya akan ditambah selama 6 bulan kurungan (Subsidair 6 bulan kurungan) kata Majelis hakim pimpinan Dodong didampingi hakim anggota Pontoh dan Sarwono, saat membacakan Vonis terhadap oknum Polri tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Utara 16/07/20.

Anehnya, tuntutan hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dimana sebelumnya jaksa meminta kepada majelis hakim supaya menghukum kedua terdakwa dengan tuntutan 18 tahun penjara, denda 1 milliar rupiah.

Hakim tidak sependapat dengan jaksa dengan berbagai pertimbangan yang meringankan sehingga majelis menghukum keduanya selama 14 tahun penjara di kurangi masa penahanan dan tetap dalam tahanan.

Dalam pertimbangan putusan majelis, hakim sependapat dengan pembuktian jaksa yang menyebutkan, dalam berkas perkara ini   ketiga terdakwa disidangkan dengan berkas terpisah (disiplit), yakni Marko, Abdul Muim dan Sumanto dituntut  dengan hukuman yang sama.

Majelis mengatakan, perbuatan terdakwa merupakan pemufakatan jahat, bersama sama atas kepemilikan barang terlarang Shabu sebanyak 3.780 gram, memiliki menyimpan, mengedarkan  Narkotika tanpa ijin dari yang berwajib.

Dalam amar Pusan hakim  menyebutkan, berdasarkan fakta fakta, keterangan saksi saksi, keterangan ahli, barang bukti yang terungkap dalam persidangan, terdakwa Abdul Muim dan Sumanto terlah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melawan hukum sebagaimana diatur dalam undang undang Narkotika bukan tanaman.

Perbuatan para terdakwa terungkap setelah penangkapan terdakwa Marko (sidang terpisah) oleh Satuan Narkoba Polda Metro Jaya di Apartemen Green Like Sunter, Jakarta Utara, sekitar bulan September 2019 atas informasi masyarakat.

Berdasarkan pengembangan penyidikan, mengarah keterlibatan oknum BNN Abdul Muim dan Sumanto sebagai pemasok Shabu kepada Marko. Sesuai pembuktian dalam persidangan adanya bukti transferan uang dari Marko ke isteri Abdul Muim dan rekening Sumanto yang diduga sebagai hasil penjualan Shabu, kata Hakim.

Hakim mengatakan, dari kedua terdakwa tidak ditemukan hal hal yang dapat meringankan.  “Tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan dan peredaran Narkotika,  sehingga patutlah dihukum sesuai perbuatannya”, kata Hakim Dodong.

Usai pembacaan putusan, pihak pengacara terdakwa dan jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir. (Herman)

 

 275 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *