Lurah Sawahan Diduga Korupsi Puluhan Juta Rupiah

MOJOKERTO, JAPOS.CO – Kelurahan Sawahan Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto selama 8 tahun dibawah kepemimpinan Arifin dengan Ketua LPMK Suroso.

Di Kelurahan Sawahan tersebut pada tahun anggaran 2019 mengalokasikan Anggaran untuk paket kegiatan Pavingisasi  dengan nama pekerjaan Pavongisasi Peningkatan Jalan Lingkungan Kelurahan Sawahan  yang lokasinya tersebar di 4 tempat yakni Gang Curut lebak, gang depan Pondok Pesantren, Gang 3 dan gang makam.

Adapun volume luas kegiatan ini sesuai yang terteta pada papan informasi adalah 599m2 dengan besar anggaran Rp. 144.938.000 dengan sumber dana DAU( Dana Alokasi Umum) pembebanan Tahun Anggaran 2019. 

Hasil pantauan Japos.co dilapangan bersama konsultan dan LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat) diperoleh fakta bahwa biaya pembangunan untuk pavingisasi ini terlalu mahal diduga mark up dengan rincian estimasi biaya sebagai berikut:

Harga Paving K 300 tebal 6Cm Rp 68.000/ meter persegi total 599m2 X Rp 68.000 =Rp 40.732.000 , harga pasang Paving permeter persegi Rp 32.000 X 599 = Rp.19.168.000 semenyara kastin tidak terpasang ( tidak ada ) Uskup juga tidak ada , urugan sirtu ayak 7 cm X 2m X 599m2 = 8,368m3 X Rp 100.000 =Rp 836.800 , PPn +PPh 11,5% Rp 16.667.870 jadi secara keseluruhan  Pavingisasi  dikelurahan sawahan ini menghabiskan Biaya Rp 77.404.670 ( estimasi harga tertinggi )dan Apabila dialokasikan Anggaran Senilai Rp 144.938.000 masoh Ada Sisa Rp 67.533.330 sisa uang sebanyak ini diduga kuat masuk ke kantong Lurah Sawahan dan Oknum- oknum yang terlibat dalam kegiatan pembangunan ini 

Belum lagi dari pengaspalan depan Kantor Kelurahan yang diduga juga menguntungkan Lurah Sawahan dengan rincian sebagai berikut luas: Aspal 355m2 X 0,03X 2,3 (Bulk Density) = Rp 29.394.000 ,minyak bakar 0,100per meter persegi 355X 0,100X 35,5XRp24.000 =Rp. 852.000 ,mesin Gilas Tandem 6 sampai 10 ton =( 0,007) Rp 600.000 ,Pekerja  Rp 1.000.000 ,PPn +PPh 11,5% Rp 7.272.600 jadi total boaya untuk pengaspalan ini adalah Rp 39.118.600 dan bila dialokasikan anggaran senilai Rp 63.240.000 maka masih ada sisa Rp 24.121.400, lagi-lagi uang sejumlah ini masuk kantong pribadi lurah dan oknum Kelurahan Sawahan.

Sementara Lurah Sawahan saat dikonfirmasi melalui Surat klarifikasi dan konfirmasi bernomor 014-007/B SKK – WAR .HJP /Japos.co/ VII. 2020 tertanggal 6 Juli 2020 sampai saat berita ini ditulis tidak memberikan konfirmasi 

Saat Japos.co datang ke Kantor Kelurahan Kamis (16/7 ) untuk konfirmasi juga tidak mendapat jawaban pasalnya dikantor kelurahan ini sepi dan tidak ada pegawai kelurahan yang berjaga .

G warga asli Sawahan mengatakan memang Lurah Aripin ini jarang ngantor dan terkait soal kegiatan pembangunan tidak pernah melibatkan warga kelurahan Sawahan.

“Orangnya juga jarang bersosialisasi dengan warga Asli Sawahan bahkan saat ada warga Sawahan yang meninggalpun Lurah tidak pernah hadir melayat, ” pungkas G.(ZEIN/AD)

 

 346 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *