Hakim Vonis 2 Terdakwa Penyiram Air Keras Terhadap Novel Baswedan Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

JAKARTA, JAPOS.CO – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Djuyamto, SH, MH dengan Hakim Anggota Taufan Mandala, SH, MH dan Agus Darwanta, SH, MH, menjatuhkan vonis terhadap dua penyerang Novel, masing-masing 2 tahun penjara untuk Rahmat Kadir dan Ronny Bugis 1 tahun 6 bulan penjara, Kamis (16/7).

“Mengadili, menyatakan bahwa terdakwa Rahmat Kadir Maulente terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penganiayaan dan terencana lebih dahulu dengan mengakibatkan luka berat, dengan menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun,” ujar hakim ketua Djuyamto saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. 

Dalam putusan, keduanya dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 353 Ayat (2) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, subsider Pasal 351 Ayat (2) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Vonis ini lebih tinggi dari tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut 1 tahun penjara.

Yang menjadi pertimbangan Ketua Majelis Hakim Djuyamto menjatuhkan vonis tersebut sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, dimana kedua terdakwa dengan sengaja melakukan penyiraman air keras ke bagian wajah Novel  Baswedan sehingga mengakibatkan cacat pada bagian bola mata sebelah kiri secara permanen. Oleh karena itu terdakwa harus dijatuhi hukuman 2 tahun  penjara serta membayar ongkos perkara Rp 5000 dan terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Sebelum menjatuhkan vonis, Majelis Hakim terlebih dahulu membacakan pertimbangan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal meringankan bagi kedua terdakwa.

Hal yang memberatkan, terdakwa telah melakukan tindakan penganiayaan yang telah mengakibatkan cacat permanen bagi korban dan membuat cacat citra Bhayangkara.

Hal yang meringankan, kedua terdakwa menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulangi perbuatannya itu. Dan kedua terdakwa berencana hanya sekedar memberikan pelajaran karena korban dianggap telah membangkang kepada satuan yang membesarkannya. Oleh karena itu terdakwa merasa perlu memberikan pelajaran,

Sementara Kombes Widodo selaku kuasa hukum terdakwa mengatakan menerima putusannya.” Ya saya terima putusannya sedangkan jaksa menyatakan pikir-pikir,” singkatnya usai persidangan kepada Japos.co.(Herman)

 

 188 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *