Puluhan Hektar Tanaman Padi di Desa Medalem Terancam Gagal Panen

SIDOARJO, JAPOS.CO – Seluas 27ha lahan tanaman padi  di Desa Medalem Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur terancam gagal panen, hal ini meresahkan petani yang tegabung dalam Gapoktan yang ada di Desa Kedalem.

Kasi Pangan dan Pertanian, Rudi menjelaskan lahan pertanian Blok Utara Rumah di Desa Mendalem seluas 11ha untuk komuditas tanaman padi pada musim tanam tahun sudah mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Menurut Rudi, upaya yang sudah dilakukan dinas pangan dan pertanian Kabupaten Sidoarjo untuk petani di Kecamatan Tulangan pada tanggal 7 Juli 2020 di Kantor kecamatan Tulangan telah diadakan Rapat Koordinasi Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan ( Gerdal OPT) yang di hadiri oleh Ketua Poktan beserta anggota: Gelang 3 orang, Kepatihan 3 Orang, Pangkemiri 3 Orang, Jiken 3 Orang, Medalem 3 Orang, Sudimoro 3 orang dan Desa Kedondong 3 Orang).

“Dari hasil rakor tersebut di sepakati diadakan Gerdal OPT secara bersama-sama bahwa bantuan yang sudah diberikan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo berupa Basmikus 1400 batang, Herbisida 28 liter,” ungkapnya kepada Japos.co, Jumat (10/7).

Sementara pengurus Gapoktan Desa Medalem mengungkapkan tidak ada lahan pertanian di Utara yang ada di Timur perkampungan dan benar telah mendapat bantuan obat merjon beberapa waktu yang lalu dan tadi pagi setelah ramai diberitakan mendapat bantuan susulan berupa obat-obatan. 

Menanggapi adanya asuransi, pengurus Gapoktan membenarkan adanya program asuransi. “Petani membayar premi asuransi Rp. 80.000 per Ha dan di desa Medalem untuk 1 Ha biasanya dimiliki oleh 8 orang dan rata rata dalam 1 ancer untuk pengolahan lahan,tanam,obat dan pupuk menghabiskan biaya Rp 1.750.000 sementara kategori dapat melakukan klaim ansuransi dari Jasindo ini haruslah memenuhi kriteria gagal panen minimal 60% tanaman rusak dan mati apabila itu terjadi Petani iBaru bisa mengklaim ansuransi dengan nilai klaim 75%  atau senilai Rp. 1.312.500,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua LSM Komnas Suryanto mengatakan kehidupan petani dan minat masyarakat untuk bertani sangat minim. Jadi sudah selayaknya bila pemerintah dalam hal ini Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo memperhatikan serta memberikan motivasi yang agar ketahanan pangan untuk Kabupaten Sidoarjo dapat terjaga dengan baik dan bukan setelah ramai diberitakan baru komplain sana sini.(ZEIN)

 

 145 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *