Disnaker Riau Panggil Pekerja PT SMA, Pemilik Perusahaan Diminta Bertanggungjawab Membayar Gaji Mereka

PEKANBARU, JAPOS.CO – Para pekerja dari PT.  Sayap Mas Abadi telah di panggil oleh Disnaker prov Riau untuk dimintai keterangan terkait laporan yang menuntut hak hak mereka yang belum dibayarkan oleh perusahaan.

Sebagai perwakilan para pekerja, Rasmi warga Sungai Dua Indah Kec. Rambah Hilir, Prov. Riau, telah memberikan keterangannya saat dalam pemeriksaan di Disnaker. Rasmi mengungkapkan perihal PT. SMA yang belum membayarkan hak-haknya saat ia bekerja di perusahaan tersebut. Rabu (01/07)

Dalam keterangannya kepada Julnaidi ST.MT pengawas dari Ketenagakerjaan, Rasmi mengungkapkan dimulai dari awal ia diterima bekerja di PT. SMA sejak bulan Februari  tahun 2016 dengan jabatan Logistik sampai awal 2018. Kemudian ia dipindahkan ke bagian Administrasi di Tesso. Selanjutnya pada Juli 2018 ia dimutasikan ke Kalimantan Timur sebagai Administrasi Camp yang bertugas mendata kehadiran para pekerja dan membuat laporan hasil kerja para pekerja, mendata peralatan dan spare part,  mengelola keuangan operasional di lapangan melalui rekening perusahaan dengan menggunakan ATM dan mengirimkan laporan ke kantor pusat yang ada di Pekanbaru.

Kemudian pada November 2019 Rasmi mengajukan pengunduran diri dari perusahaan tersebut dan pulang dari Kalimantan dengan menggunakan biaya sendiri.

“Saya bekerja di perusahaan PT. SMA dengan sistem PKWT (kontrak)  dan terakhir untuk daerah Kalimantan sekali 6 bulan yang isi dari kontrak tersebut lebih kurang mengenai fasilitas transport PP ditanggung oleh perusahaan,  kalau lebih dari 6 bulan apabila pulang atas kemauan sendiri akan menjadi tanggung jawab pribadi. Memang  kontrak ada saya tandatangani, namun saya tidak pernah diberikan salinannya” terang Rasmi.

“Perusahaan PT.SMA bergerak di bidang Kontraktor kayu/ logging,  transportasi dan Heavy Equipment di daerah Kalimantan. Upah pokok saya dibayarkan sistem bulanan sebesar Rp. 3juta/bulannya, pembayaran gaji dilakukan setiap 6 bulan,  namun dapat melakukan pinjaman yang akan ditransfer ke rekening pribadi di Riau sebesar Rp. 3juta/bulan, kemudian setelah 6 bulan dilakukann perhitungan terhadap upah yang harusnya saya terima dikurangi pinjaman ke perusahaan dan sisa akhir ditransfer ke rekening saya.  Selain upah pokok juga mendapatkan premi berdasarkan pekerjaan, seperti Land Clearing dibayar per Ha,  penjualan kayu dihitung per m2,  dan pekerjaan galian parit dihitung per meter” lanjutnya

“Mengenai fasilitas,  pihak perusahaan menyediakan fasilitas transportasi,  penginapan camp,  makan dan minum”

Rasmi juga mengungkapkan mengenai persoalan haknya yang belum sepenuhnya dibayarkan oleh pihak Perusahaan.

“Upah dan premi saya belum dibayarkan sepenuhnya oleh PT. Sayap Mas Abadi yaitu untuk bulan Mei s/d November 2019, sebesar Rp. 3,5juta” ungkapnya.

“Saya dan rekan-rekan saya yang lain juga telah menyampaikan hal ini kepada pihak perusahaan via telp,  namun pihak perusahaan menyuruh kami untuk bersabar menunggu dana cair, tapi tidak ada kepastian kapan akan dibayarkan.  Oleh karena itulah saya dan 16 rekan saya yang lain membuat pengaduan ke Disnakertrans Prov. Riau” jelasnya

“Kepada Pak Charlie,  saya minta kepada Bapak selaku pemilik perusahaan  harus bertanggung jawab, segera selesaikan hak-hak kami yang belum dibayarkan! ” tutup Rasmi saat memberikan laporan. (AH)

 

 604 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *