Kendalikan Situasi, Kapolres dan Dandim 0806 Trenggalek Turun Langsung Redam Emosi Ratusan Masa

TRENGGALEK, JAPOS.CO – Emosi ratusan kelompok masa yang datang dari beberapa wilayah diantaranya Kabupaten Jombang, Kediri, Tulungagung serta Trenggalek berhasil di redam oleh Kapolres dan Dandim 0806 Trenggalek. Tak kurang dari 500 orang sempat berkumpul dan melakukan konvoi menggunakan kendaraan bermotor karena tersulut beberapa provokasi dari media sosial (medsos).

Hal tersebut berawal dari aksi solidaritas yang dilakukan oleh teman-teman korban kasus penganiayaan di salah satu wilayah Kecamatan Gandusari beberapa waktu lalu.

Dikonfirmasi JAPOS.CO, Kapolres Trenggalek, AKBP Doni Satria Sembiring mengatakan jika kejadian pada Sabtu malam ,( 4/7/2020) sekira pukul 21.30 wib sudah dapat diredam oleh pihaknya bersama jajaran Kodim 0806 Trenggalek dan tokoh-tokoh dari kelompok masa dimaksud.

“Sudah bisa kita beri pengertian, bersyukur semua berjalan tertib dan aman,” sebutnya melalui sambungan telephon, Minggu (5/7/2020).

Masih kata AKBP Doni, kronologi awal dari permasalahan di jalan raya Kedunglurah-Gandusari tadi malam itu lebih disebabkan oleh kesalahfahaman serta adanya provokasi di medsos terkait kejadian pemukulan oleh oknum salah satu kelompok masa tepatnya pada tanggal 1 Juli 2020 lalu.

“Padahal untuk kasus pemukulannya sendiri sudah ditangani secara profesional oleh petugas, akan tetapi karena adanya hasutan oknum tak bertanggungjawab akhirnya rekan-rekan korban datang secara bersama-sama,” jelasnya.

Ditambahkan lulusan Akpol Tahun 2000 itu, dirinya bersama Dandim 0806, Letkol Inf. Dodik Novianto dan tokoh dari kelompok masa langsung menemui kerumunan untuk melakukan diskusi dan musyawarah guna mencari solusi terbaik. Karena dikhawatirkan, ketika masa telah berkumpul dalam jumlah besar akan menimbulkan dampak ikutan bagi masyarakat sekitar. Apalagi saat ini masih dalam masa pandemi global Covid-19 yang sangat rawan terjadi transmisi penularan ketika tidak mengindahkan protokol kesehatan termasuk ‘pysical distancing’.

“Banyak teman-teman yang datang dari luar wilayah Trenggalek, kita harus antisipasi dan memberikan pengertian kepada semuanya agar masalah bisa dapat terselesaikan tanpa adanya dampak ikutan lain yang lebih besar,” kata Kapolres.

Orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek inipun menjelaskan bahwa persoalan hukum mengenai pemukulan juga sudah di tangani oleh anggotanya, sehingga dihimbau kepada semua pihak agar jangan mudah terpancing oleh hasutan dari orang yang tidak bertanggungjawab salah satunya lewat media sosial. Apalagi sebentar lagi juga akan ada pemilihan kepala daerah (pilkada), maka tetap jaga kondusifitas wilayah.

“Percayakan pada proses hukum, kami tetap akan secepatnya menyelesaikan sesuai aturan hukum yang ada. Tidak ada perbedaan di depan hukum. Jadi kami harapkan semuanya bisa menahan diri,” pungkasnya. (HWi)

 

 227 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *