Agen Penyalur Bantuan Sembako e-Warong Nagari Panti Selatan Tidak Punya Warung Diduga Melanggar Aturan

PASAMAN, JAPOS.CO – Salah satu syarat untuk menjadi agen e-warong yang biasa disampaikan pendamping dan pihak perbankkan adalah pedagang sembako yang memiliki tempat sebagai warung, hal ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok, hal ini sejalan dengan pendoman program sembako tahun 2020 yang diterbitkan kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Namun lain halnya yang terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Pasaman salah satunya di Jorong Ampang Gadang Nagari Panti Selatan yaitu Agen dengan insial RF dimana agen e-warong sebagai penyalur bantuan sembako dari kementerian sosial tidak memiliki warung.

Investigasi ini bermula dari adanya keluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang merasa dirugikan, tidak puas dengan sembako yang disediakan oleh pihak e-warong, dimana kualitas beras dan telor yang disediakan tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan.

“Kami diberi beras yang tidak sesuai dengan harga yang harus kami bayar, karena berasnya saat ditanak mengandung getah dan telor yang diberikan kecil-kecil bahkan ada yang busuk,”ucap salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Dari pantauan Japos.co saat di tempat agen e-warong tidak melihat tanda adanya warung yang menyediakan sembako, selain hanya tempat kosong yang dipasangi spanduk agen e-warong.

Saat dikonfirmas agen R sangat disayangkan yang bersangkutan tidak ada, namun istri dari agen tersebut insial “P, yang juga merupakan pendamping Bantuan Keluarga Harapan (PKH) Nagari Panti Selatan dan dia bersedia memberikan keterangan.

Menanggapi apa yang menjadi keresahan masyarakat, P isteri dari agen e-warong merasa tidak melakukan dan merasa sembako yang diberikan sudah sesuai dengan standar.

“Apa yang kami berikan sudah sesuai standar bahkan beras yang diberikan merupakan beras 42 dengan kualitas premium dan harga 130rb/10kg ini sudah merupakan harga yang standar, dan untuk telor ayam yang rusak atau kecil dan tidak sesuai standar itu tidak benar,”ungkapnya.

Dalam daftar harga sembako yang di pampangkan didinding e-warong tampak dituliskan pihak agen menyediakan beras 42 premium, telor, cabai, telor puyuh dan bawang, namun saat japos menanyakan stok yang dimiliki pihak agen tidak bisa melihatkan selain hanya 1 karung beras 10kg.

Sebelumnya Japos.co pernah mananyakan prihal tersebut kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Amdarisman terkait bilamana ada agen e-warong yang melanggar kesepakatan dan merugikan masyarakat.

“Salah satu syarat untuk menjadi agen adalah memiliki warung dan akan diverifikasi oleh pihak bank untuk kelayakan usahanya, terkait Bila mana ada agen e-warung yang bertindak semena-mena kepada masyarakat tolong laporkan, berikan buktinya dan kita akan tindak tegas bisa saja dengan pemutusan kontrak kerjasama,” terangnya.(If)

 

 614 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *