Pengadilan Negeri Jakarta Utara Mendapat Hibah Prasarana Sidang Online dari Kemendagri Australia

JAKARTA, JAPOS.CO – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara mendapat hibah berupa perangkat elektronik guna menunjang sarana sidang online dari Kementerian Dalam Negeri Australia.

Humas PN Jakarta Utara Djuyamto SH MH membenarkan bahwa pihaknya memperoleh tiga unit perangkat elektronik untuk sidang yang diserahkan atau dihibahkan Departemen Dalam Negeri Australia kepada Mahkamah Agung RI (MARI) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat.

Djuyamto menyebutkan proses persidangan yang seringkali terganggung oleh sinyal yang tersendat-sendat dalam persidangan video conference melalui telepon genggam jaksa, hakim dan advokat bakal semakin berkurang gangguannya.

“Semua Pengadilan Negeri Kelas IA khusus di DKI Jakarta memperoleh hibah perangkat elektronik sama. Murni hibah untuk kelengkapan sarana prasarana sidang online,” ucap Djuyamto.

Perangkat elektronik hampir sama demi kelancaran persidangan secara online di PN Jakarta, menurut Djuyamto, selama ini baru terdapat satu unit saja. Dengan begitu selama ini, perangkat elektronik yang ada tersebut dipakai bergilir oleh majelis-majelis hakim. Oleh karena antriannya ditambah waktunya tidak memungkinkan mengingat jumlah perkara yang mau digelar cukup banyak, tidak sedikit pula majelis hakim yang bersidang secara video conference dengan menggunakan telepon genggam sendiri, baik itu jaksa dan advokat.

Dengan tambahan tiga unit hibah tersebut hingga totalnya menjadi empat unit diharapkan persidangan sistim online semakin lancer. Hanya saja Djuyamto berharap perangkat sidang online yang ada di lembaga pemasyarakatan (lapas) mendukung pula keberadaan perangkat elektronik yang ada di PN Jakarta Utara. Jika ditambah dengan koordinasi yang baik antara pengadilan, kejaksaan dan lapas/rutan niscaya proses persidangan tidak terlalu sering lagi terganggu akibat sinyal yang jelek.

“Jika perangkat elektronik peralatan persidangan secara online sudah bias dipergunakan sebagaimana fungsinya dan ditambah lagi terjalinnya koordinasi yang baik antara pengadilan, kejaksaan, lapas/rutan niscaya persidangan akan berlangsung baik dan lancar,” terang Djuyamto.

Selama ini dalam persidangan dengan menggunakan perangkat telepon genggam seringkali mengalami gangguan. Tidak jarang majelis hakim berteriak menanyakan kepada terdakwa di rutan/lapas apakah sudah mengerti dengan putusan yang dijatuhkan. Demikian juga jaksa adakalanya harus menjelaskan berulangkali kepada terdakwa bahwa dirinya baru saja dituntut sekian tahun penjara.

“Sudah tahu berapa divonis, apakah terdakwa menerima atau banding dengan putusan tersebut,” demikian hakim menanyakan terdakwa yang berada di rutan/lapas mengikuti persidangan secara online.

Jaksa pun seringkali harus berteriak-teriak berulangkali hanya untuk memastikan apakah terdakwa sudah mengerti dengan dakwaan yang baru dibacakan, Dengan penambahan tiga unit peralatan elektronik pendukung persidangan online tersebut niscaya pertanyaan yang harus dengan suara keras akan semakin berkurang.(Herrman.Y)

 

 

 

 

 150 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *