Pasar Desa Pesaguan Kanan Ketapang Senilai 4 Milyar Belum Berfungsi

KETAPANG, JAPOS.CO – Pembagunan Pasar Desa Pesaguan Kanan Kecamayan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat yang telah rampung sekitar November 2019 lalu, hingga saat ini belum difungsikan. Pasar Desa yang terletak di Jalan Provinsi atau sekitar 600 meter dari pasar lama itu, terlihat kosong tak bertuan.

Ketua Badan Pengawas Desa (BPD) Pesaguan Kanan Muhidin mengatakan, dibangunnya Pasar Desa yang menelan biaya Rp. 4 milyar dan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu, dimaksud untuk mengganti sekaligus memindahkan pasar lama yang dipandang tidak layak keberadaanya.

Sebagai Ibukota Kecamatan dan pesatnya kemajuan daerah, memang sepantasnya Desa Pesaguan Kanan memiliki pasar yang dibangun seperti sekarang ini.

“Selain lokasinya sempit, keberadan pasar lama posisinya di bawah jembatan. Jadi sangat pantas Desa Pesaguan Kanan memiliki pasar baru,” kata Muhidin beberapa waktu lalu.

Dijelaskan pula, pihak desa telah menghubungi Pemda Ketapang melalui Dinas Prindagkop dan UKM Ketapang agar dilaksanakan peresmian pasar segera mungkin. Namun sampai saat ini pihaknya belum mendengar kapan jadwal dilaksanakan peresmian tersebut.

Terkait pemindahan pasar, pada prinsifnya para pedagang bersedia untuk pindah. Pedagang berharap sebelum pemindahan maka serah terima pasar antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ketapang dengan Pemerintah Desa dilakukan terlebih dahulu, sehingga status pasar milik desa semakin jelas.

“Pada dasarnya para pedagang tidak keberatan pindah, namun kepindahan dilakukan setelah serah terima dan peresmian oleh Pemda Ketapang,” paparnya.

Senada pula apa yang disampaikan Oleh Kepala Desa (Kades) Pesaguan Kanan A. Nurdin, namun ditambahkan, pemindahan pasar desa tertunda dikarenakan Covid-19 yang sedang melanda negeri ini. Permintaan para pedagang agar pasar lansung diresmikan oleh Bupati menjadi terhalang terkait protokol kesehatan.

“Covid menjadi penghalang untuk berkumpul dan membuat peresmian pasar harus ditunda,” ujar Nurdin Selasa, (30/6).

Diceritakan dia, setelah pembangunan pasar selesai, sebenarnya beberapa pedagang sudah sempat pindah. Sayangnya kepindahan tersebut tidak lama, atau sekitar 10 (sepulu) hari saja. Para pedagang kembali ke pasar lama karena di pasar desa yang baru tersebut sepi dari pengunjung atau pembeli.

“Setelah kita melakukan pertemuan-pertemuan dan memberikan penjelasan, akhirnya mereka bersedia untuk pindah kembali dengan syarat, pedagang meminta agar peresmian pasar desa harus dilakukan oleh Bupati,” ungkap Nurdin dengan tidak merinci alasan apa saja peresmian harus dilakukan oleh Bupati.

Pasar Desa yang berusia kurang lebih 8 (delapan) bulan itu, dibangun di atas tanah desa yang dibeli dua bulan sebelum pasar dibangun, menggunakan Dana Desa sebesar seratus lebih juta. Bangunan pasar terdiri dari satu ruangan kantor dan musholla, 88 kios lapak serta belasan kios ruko. “Semua kios-kios tersebut sudah ada nama pemiliknya,” imbuh Nurdin.

Sementara, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Ketapang ketika diminta keterangan Selasa, (30/6) tidak ada di tempat. Dikabarkan, Kadis sudah dua hari tidak masuk kantor karena ada keperluan.(Tris/Har).

 811 total views,  11 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *