Agen E-Warung Nagari Panti Selatan, Diduga Permainkan Harga Dan Dana Bantuan Sembako Untuk Masyarat

PASAMAN,JAPOS.CO – Bantuan sembako untuk keluarga tidak mampu yang disalurkan oleh kementerian Sosial melalui kartu keluarga sejahtera (KKS) dengan bekerjasama dengan pihak pengadaan sembako atau agen E.warung, mustinya membantu masyarakat mendapatkan sembako dengan harga standar terbaik dan juga keuntungan yang wajar bagi agen E.Warung.

Namun di nagari Panti Selatan Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman banyak keluhan warga akan tindakan semena-mena agen e.warung yang bertempat di Bombai, Ampang Gadang, Jorong Ampang Gadang inisial  P  dalam menetapkan harga bahan pokok yang di sediakan.

Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan kepada japos.co bahwasanya harga sembako bantuan diberikan oleh pihak e.warung dengan harga yang tinggi diatas harga standar pasaran.

Bahkan saya baru mendapatkan kartu dari pendamping saat bulan puasa, dan saya menerima beras tiga karung sekaligus dan telor tujuh butir saja, ini waktu pertama kali saya menerima bantuan sembako, dan harganyapun kami tidak bisa komplen kepada pihak e.warung, meskipun harga tidak wajar dengan barang yang kami dapatkan.

Hal senada juga dijelaskan oleh masyarakat lain yang juga tidak mau disebutkan namanya, kami merasa harga yg diberikan oleh pihak e.warung tidak wajar karena lebih tinggi dari harga stadar dipasaran, dan barang yang kami dapatkan tidak sesuai dengan uang yang diberikan negara kepada kami.

Menurut informasi yang didapat dilapangan, saat masyarakat mencoba komplen akan harga dan kualitas sembako yang diberikan pihak e.warung, malah pihak e.warung mengancam kami masyarakat akan dicoret dari daftar penerima bantuan, dan dengan garangnya dia berkata” kami dagang kami yang menentukan harga bukan masyarakat, kami cari duit katanya”.

Satu lagi kejanggalan yang kami temui, saat japos mencoba melihat tempat e.warung yang menjadi tempat pembagian sembako, jurnalis Japos hanya melihat tempat kosong dan tidak berupa warung, sementara itu menurut penjelasan dari salah satu pendamping yang diberikan oleh pihak bank, syarat utama harus memiliki warung.

Kepala dinas sosial  Amdarisman yang sempat diminta keterangan awak media juga menjelaskan, kejadian seperti ini tentunya melanggar aturan yang sudah ditentukan, karena harga yang diberikan diatas harga standar pasaran dan mutu rusak. Untuk sangsi bisa berupa pemberhentian kontrak kerjasama  dan hal terburuk bisa berupa pidana.(If)

 

 21 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *