Management PTPN 3 Kanas, Serahkan Bantuan Kepada Keluarga Sudiro

LABUHANBATU,  JAPOS.CO – Manager  PTPN 3 Kebun Aek Nabara Selatan (Kanas) yang diwakili Asisten Kebun (Askeb)    Kanas Rayon B,  Fakhrur Rozi, beserta para asisten Afdiling 6, Afdiling 7, Afdiling 8, Afdiling 9 Kanas berkunjung kerumah keluarga Sudiro di Dusun 6 Desa Sidorukun Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara, Selasa (30/6/2020).

Meneger PTPN 3 Kebun Aek Nabara Selatan (Kanas) melalui Akeb Kanas Fakhrur Rozi menyampaikan kepada wartawan “kami mendapat informasi kalau ada warga Dusun 6 Desa Sidorukun yang membutuhkan bantuan untuk bedah rumah supaya dapat menempati rumah yang layak huni.

Berdasarkan informasi ini kami diperintahkan manager PTPN 3 Kanas untuk berkunjung ke keluarga bapak Sudiro berhubungan Desa Sidorukun merupakan Desa yang langsung berbatasan dengan Areal Kebun PTPN 3, untuk itu kami juga memiliki tanggungjawab atas keadaan sosial masyarakat sekitarnya.

Kedatangan kami hari ini untuk bersilahturahmi dan memberikan bantuan sembako beserta uang tunai kepada keluarga Bapak Sudiro, kita berharap bantuan ini dapat meperingan beban ekonomi yang dialami bapak Sudiro, jelas Fakhrur Rozi.

Kami juga apresiasi kegiatan yang dilakukan Ketua Sawit Masa Depan (Samade) Eko Sahputra dan Ketua Suara Rakyat Desa (SRD)  Edi Supriadi yang telah berusaha dan bekerja keras untuk melaksanakan bedah rumah bapak Sudiro, dan kita berharap semoga pembangunan rumah ini cepat selesai dan dana – dana yang dibutuhkan dipercukupkan, jelas Askep Kanas B.

Ketua Samade dan juga ketua Panitia bedah rumah bapak Sudiro, Eko Sahputra  yang didampingi Plt. Kepala Desa Sidorukun menyampaiakan ucapan terimakasih kepada Askeb PTPN 3 Kanas atas perhatian dan bantuan yang telah disampaikan kepada keluarga bapak Sudiro dan ibu Sumarni, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT memberikan kesehatan dan rezeki kepada manajement PTPN 3 Kanas dan sukses selalu dalam melaksanakan tugas – tugasnya, jelas Eko Sahputra.

Bapak Sudiro merupakan pensiunan Sopir dan bercita – cita untuk merehab rumah yang sudah tidak layak huni, dengan kondisi rumah yang sangat memperihatinkan.

Sebelum sakit stroke pak Sudiro telah mencetak batako untuk pembangunan rumahnya, namun batako tersebut tidak dapat dibangunkan karena pak Sudiro jatuh sakit sehingga kandaskan harapannya.

Karena pak Sudiro tidak dapat lagi bekerja keluarga ini ditopang oleh istrinya yakni ibu Sumarni yang bekerja sehari – hari  menderes pohon karet milik warga, dan juga mencari berondolan dengan penghasilan rata – rata  Rp25.000 per hari.

Dengan penghasilan Rp.25.000 per hari Ibu Sumarni harus dapat mengatur keuangannya untuk mencukupi kebutuhan bahan makanan dan perobatan suaminya.(At)

 263 total views,  4 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *