KBM UNMA Banten Gelar Aksi Lanjutan di Kampus

PANDEGLANG, JAPOS.CO – Mahasiswa Universitas Mathla’ul Anwar Banten yang tergabung dalam KBM UNMA Banten gelar aksi lanjutan, Selasa (30/6).

Sebelumnya KMB pernah menyuarakan aspirasinya melalusi aksi demonstrasi pada Selasa,16 Juni 2020 (lalu). Dengan menyampaikan beberapa tuntutan, namun 1 yang terealisasikan yakni: Pergantian Rektor UNMA Banten.

“KBM Hari ini turun kembali untuk menindaklanjuti aksi yang lalu, pasalnya 14 hari sudah kita menunggu untuk realisasi dari tuntutan kami tidak ada tindak lanjutnya. Karena pada saat lalu Aksi yang disambut BPH UNMA Banten menyatakan akan melibatkan KBM untuk ikut serta dalam Rapat Pimpinan UNMA Banten, namun pada faktanya sampai saat ini tidak ada kejelasan mengenai hal tersebut,” jelas Kiki Badrul Hakiki selaku Korlap 1.

KBM UNMA Banten juga menyampaikan aspirasi kepada Rektor untuk membentuk Biro Kemahasiswaan.”Kali ini Ketika kita crosscheck ke ruang Pimpinan UNMA Banten tidak ada yang bisa kami temui 1pun, karena itu tidak profesionalnya Jajaran Rektoran UNMA Banten dalam menjalankan tugasnya. Ketika Kami menemui salah satu staff menyatakan bahwa tidak ada orang satupun (belum datang) dari Pihak Rektorat, padahal jadwal sudah ditetapkan Pukul. 08.30,” ujar Agung Lodaya selaku Korlap 2 menambahkan.

Kiki juga merasa prihatin melihat kinerja dari jajaran Pimpinan UNMA Banten ini, pasalnya ketika jadwal sudah ditetapkan namun tidak adanya kehadiran dari mereka. Ini membuat tidak adanya titik temu dalam permasalahan dari setiap mahasiswa.

“Maka dengan ini Kami meminta untuk segera dibuat Biro Kemahasiswaan untuk mengatur perihal Mahasiswa,” terang Kiki Badrul Hakiki (Korlap 1).

Sementara Agung Lodaya menyoroti tentang kasus ijazah palsu yang pernah terjadi di UNMA Banten pada tahun 2014 lalu, pasalnya kasus tersebut hingga saat ini tidak ada kejelasan bagaimana proses pengusutan kasus tersebut, oknum dari kasus tersebut jelas siapa?

“Maka dengan ini kami mendorong kembali kepada POLDA Banten untuk segera mengusut kembali kasus tersebut hingga tuntas, agar tidak terjadi Komersialisasi Pendidikan di UNMA Banten ini,” tegasnya.(Na2)

 

 113 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *