Poltak Sitorus : Bakar Bendera PDI Perjuangan Tindakan Tak Pantas

JAKARTA, JAPOS.CO – Insiden pembakaran bendera Partai PDI Perjuangan saat berlangsungnya demonstrasi Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), tidak pantas dan memancing kemarahan masyarakat partai berlambang banteng bermoncong putih itu. Hal itu juga mengundang reaksi Bakal Calon Bupati Toba, Poltak Sitorus.

“Ini bukan saja tidak pantas, tetapi juga tidak berdasar. Terkesan disetting untuk melakukan stigma buruk terhadap partai PDIP, karena disejajarkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang notabene memiliki sejarah kelam di negeri ini. Jelas ini memancing kemarahan masyarakat PDI Perjuangan. Seharusnya perbedaan pemahaman dapat diselesaikan lewat dialog.” geram Poltak yang  merupakan simpatisan Partai Pemenang Pemilu 2019 itu di Jakarta, hari ini Jumat siang (26/6).

Pertama, PDI Perjuangan merupakan partai berbasis nasional dan pionir dalam menjadikan pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pilar Negara. Kedua, sudah menjadi harga mati bahwa Pancasila adalah ideologi partai, tidak boleh berganti. Pancasila dilahirkan 1 Juni 1945 merupakan buah karya pemikiran Sang Proklamator Ir. Soekarno ayah dari Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Artinya memiliki ikatan ideologi dan sejarah, dimana Partai Nasionalis Indonesia (PNI)  melebur menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) kala itu. Begitu juga soal keberagaman Bhineka Tunggal Ika, dimana partai-partai berbasis agama minoritas turut ikut di dalamnya.

“Jadi tidak masuk akal PDI Perjuangan disejajarkan dengan PKI. Itu tuduhan yang tidak berdasar. Apalagi sampai membakar bendera partai yang merupakan simbol harga diri PDI Perjuangan. Tentu saja kadernya geram,” jelas Poltak.

Tetapi kendati demikian, kader PDI Perjuangan tidak boleh juga mengambil langkah sendiri-sendiri. Karena partai berlambang banteng bermoncong putih ini sangat mengedepankan azas demokrasi terpimpin di internal partainya.

Kemarin (25/6), Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto langsung merespon aksi brutal pembakaran bendera partai pada unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) pada Rabu (24/6) menyampaikan Surat Perintah Harian Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati yang meminta kader PDIP di seluruh Indonesia untuk siap siaga, namun mengedepankan proses hukum atas kasus tersebut.

Berikut isi dari surat tersebut :

SURAT PERINTAH HARIAN KETUA UMUM PDI PERJUANGAN

Merdeka !!!

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah Partai yang sah dan dibangun melalui sejarah panjang serta berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1927.

PDI Perjuangan juga memiliki sejarah panjang di dalam memerjuangkan hak demokrasi rakyat, meskipun membawa konsekuensi di kuyo-kuyo, di pecah belah, dan puncaknya penyerangan kantor Partai pada tanggal 27 Juli 1996.

Meskipun demikian dalam perjalanannya, PDI Perjuangan tetap dan selalu akan menempuh jalan hukum. PDI Perjuangan akan terus mengobarkan elan perjuangan bagi dedikasi Partai untuk Rakyat, Bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Atas dasar hal tersebut, sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan saya tegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah memiliki keinginan untuk memecah belah bangsa sebab kita adalah pengikut Bung Karno yang menempatkan Pancasila sebagai suluh perjuangan bangsa.

Terus rapatkan barisan!

Tempuhlah jalan hukum, perkuat persatuan dengan rakyat,karena rakyatlah cakrawati Partai.

Sekali Merdeka Tetap Merdeka!

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!

Bendera selalu tegak!! Seluruh kader siap menjaganya !!!

 

 

 

 244 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *