Resto Star Jalan Ampera Aek Nabara Digrebek Sat Narkoba Polres Labuhanbatu

LABUHANBATU, JAPOS.CO – Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu bersama Kanit Idik I Iptu Adolf Purba dan anggota menggerebek sebuah rumah toko ( ruko ) di Jalan Ampera Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara, pada Sabtu (23/5/2020) sekira pukul 21.00 WIB.

Menurut Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, Selasa (26/5/2020) bahwa penggerebekan terhadap salah satu rumah toko ( ruko ) dijalan Ampera Aek Nabara yang diduga sarang peredaran narkoba dilaksanakan setelah memohon ijin ke Polda Sumut, jelas Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu.

AKP Martualesi Sitepu melanjutkan bahwa penggerebekan dilakukan berdasarkan adanya Infomasi yang kami dapatkan bahwa pemilik ruko, yang saat ini dibuka warung nasi geprek, yaitu Ibu Mel merupakan DPO kasus narkoba dari Medan, dimana suaminya sudah ditangkap di Medan.

Usai mendapat restu dari Kapolda Sumatera Utara, Sabtu (23/5/2020) kemarin sekira pukul 21.00 WIB akhirnya Kasat bersama personel melakukan penggerebekan di Resto Star Jalan Ampera, Dusun Perhubungan, Desa Pondok Batu Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhan Batu.

Dari penggerebekan ini tim mengamankan I alias Mel (38) warga Jalan Setia Budi Kota Tebing Tinggi, IF (29) tukang masak, dan Rif (19) warga Desa Bakaran Batu, Kecamatan Bilah Hulu, dan barang bukti berupa 1 plastik klip berisi kristal diduga sabu 0,30 gram, 1 buah bong dan 1 bungkus rokok gudang garam, jelas AKP Martualesi Sitepu.

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu ini juga menjelaskan kalau pada Sabtu (23/5/2020) pagi sekira pukul 09.00 WIB dirinya bersama personel melakukan penyelidikan dan mapping sasaran di Jalan Ampera dan dari hasil penyelidikan bahwa target operasi telah sesui dengan informasi yang didapatkan.

Kasat juga menjelaskan pada saat penggrebekan ditemukan TSK Mel sedang berdiri dekat tangga dan seketika membuang 1 plastik klip berisi kristal dari tangan kirinya. Kemudian, posisi IF berada di dekat pintu dan Rif sedang duduk di dapur.

Saat dilakukan penggeledahan, di dalam rumah ditemukan alat hisap sabu (Bong) terletak di lantai dekat tangga.

Selain itu, Mel mengaku saat ini telah pisah ranjang selama 11 tahun dengan suami pertamanya yakni BS yang saat ini menjalani hukuman di Tanjung Gusta atas narkotika dan penggelapan mobil.

“Dia ditangkap di Medan sekitar tahun 2010 – 2011. Dari suami pertama punya dua orang anak. Tahun 2015, Mel menikah secara adat dengan DW dan punya 2 orang anak. Mulai Maret 2020, hubungan Mel dengan suaminya DW tidak akur dan Mel mengusir suaminya dari rumah, karena tidak mau bekerja dan saat ini DW informasinya berada di Pekan Baru,” terang Kasat.

Menurut pengakuan Mel, narkotika diperoleh dari TSK Ris di Desa Pondok Ceblong dan saat dilakukan pengembangan, namun tidak berhasil menemukan Ris.

“Selanjutnya ketiga pelaku dan barang bukti diamankan ke Sat Narkoba Polres Labuhan Batu untuk dilakukan proses penyidikan dan terhadap tersangka dijerat dengan pasal 114 Sub 112 UU NO.35 Th 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tegas AKP Martualesi Sitepu.(At)

 955 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *