Kongkalingkong Dana Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tanah Datar

TANAH DATAR, JAPOS.CO – Adanya dugaan ketidak transparan dana penanganan Covid-19 di Kabupaten Tanah Datar Sumbar, Ketua Rugawa LNT (Rumah Gadang Wartawan Luhak Nan Tuo) Kabupaten Tanah Datar, Aldoris Armialdi melaporkan kejanggalan tersebut ke pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Tanah Datar .

“Dengan mengumpulkan data di lapangan, seperti kroscek, konfirmasi dan klarifikasi ke 7 posko batas, ke ketua gugus tugas seluruh Kecamatan, beberapa Walinagari dan hampir 200 buah jorong termasuk Setda, PPK, PA dan beberapa kepala OPD serta pelaku usaha yang dilibatkan dalam kegiatan ini, kami membuat beberapa kesimpulan dan dugaan-dugaan kegiatan yang tidak sesuai dengan RAB,kegiatan belanja fiktif dan adanya pengelembungan harga,” jelas Aldoris.

“Diketahui,dana BTT tahap 1 untuk penanganan Covid-19 dianggarkan sebesar 6,4 milyar lebih namun hanya terealisasi sebesar 2,574 milyar,” ungkapnya.

“Artinya ada sisa dana yang belum dibelanjakan melebihi angka 3,8 milyar,” lanjut Aldoris Armialdi.

Sementara Andar Situmorang SH MH, Direktur Goverment Againts Coruption & Discriminiation(GACD) yang di hubungi terkait adanya laporan tersebut  ke pihak Kejaksaan Negeri Tanah Datar,tentang adanya dugaan ketidak transparanan dana Covid-19 tersebut, menurutnya gila dan tidak punya otak serta hati nurani. “Kalau ada oknum yang mencari keuntungan pribadi dalam situasi wabah Covid-19 saat ini,dan Kejaksaan Kabupaten Tanah Datar di minta untuk mengusut segera, tentang adanya kongkalingkong dalam penyalahgunaan anggaran tersebut, ” terang Andar.

“Penanggung jawab pengguna anggaran dalam kegiatan tersebut harus segera di panggil oleh pihak Kejaksaan,dan juga tak terkecuali bagi oknum oknum lainnya yang mempermainkan anggaran penanganan Covid-19,” pungkas Andar.(Dms)

 

 8,566 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *